Ekonomi Bisnis Pendidikan

Selasa, 18 Mei 2021 - 06:39 WIB

5 tahun yang lalu

logo

Mahasiswa ITS Gagas Bisnis MPASI Berbahan Dasar Buah Mangrove

Surabaya | klikku.net – Mahasiswa Departemen Kimia ITS berhasil mengangkat sebuah ide bisnis, berupa Makanan Pendamping ASI (MPASI) bebas gluten. Yang berbahan dasar buah mangrove dan aman dikonsumsi oleh semua bayi.

Menurut ketua tim Miftahul Jannah, MPASI yang banyak beredar di pasaran saat ini, mengandung protein berupa gluten. Karena masih berbasis tepung terigu. Hingga tidak semua bayi dapat mengonsumsi gluten.

“Gluten dapat menimbulkan gangguan jaringan saraf dan fungsi otak, bagi bayi penderita autisme dan penyakit celiac. Dan salah satu bahan pangan bebas gluten yang bernutrisi tinggi ialah buah mangrove,” ujarnya, Selasa (18/5/2021).

Melalui gagasan inovatif tersebut, Miftahul bersama empat rekannya yaitu Sarazen Shalahuddin Akbar, Widya Anastasya Ningtiyas, Nova Ainur Rohma, dan Ardi Lukman Hakim, berhasil meraih silver medali dalam kompetisi Business Plan yang diadakan Edutainer Nusantara Fair (ENF) 2021.

Lebih lanjut Miftahul menjelaskan, buah mangrove yang mereka gunakan ialah yang berjenis lindur. Karena jenis ini kandungan nutrisinya tinggi, dan dapat diolah menjadi tepung.

“Tepung buah mangrove, sejatinya telah memenuhi kriteria bahan pangan yang sehat, yaitu mengandung protein, serat, dan vitamin. Pemanfaatan buah mangrove, juga sebagai upaya memaksimalkan potensi sumber daya lokal yang melimpah. Namun belum banyak dimanfaatkan,” ungkapnya.

Selain berbasis tepung buah mangrove, produk MPASI bernama RooveBites ini, juga ditambah kandungan asam amino dan riboflavin dari Glycine max.

“Asam amino dan riboflavin merupakan mikronutrien yang diperlukan dalam masa pertumbuhan bayi,” ujar mahasiswi Angkatan 2019 ini.

RooveBites berasal dari dua kata, yaitu Roove yang artinya mangrove dan Bites yang artinya gigitan. RooveBites memiliki dua varian produk, yaitu RooveBites Porridge berupa bubur untuk bayi berusia di bawah 6-12 bulan. Dan RooveBites Toddler berbentuk biskuit, untuk bayi berusia di atas 12 bulan.

Untuk proses pembuatannya, sebelum diolah menjadi bubur dan biskuit. Buah mangrove lebih dahulu diproses menjadi tepung. Pada tahap awal, buah akan direbus selama 20 menit. Kemudian dikupas dan dipotong. Tahapan berikutnya, buah kembali direbus menggunakan abu sekam lalu dicuci.

“Pada perebusan kedua, buah perlu direbus lebih lama untuk menghilangkan kandungan sianida dan tanin, yang berbahaya bagi kesehatan,” ujarnya.

Hasil perebusan kedua yang telah dicuci, akan direndam selama 48 jam. Lalu dikeringkan dan digiling menggunakan blender hingga berbentuk tepung.

“Tepung yang dicampur Glycine max inilah, yang kemudian diolah menjadi bubur instan dan biskuit,” tandas alumnus SMAN 1 Sukoharjo ini.

RooveBites menggunakan kemasan berbahan aluminium foil, dalam bentuk sachet untuk RooveBites Porridge. Serta bentuk standing pouch untuk RooveBites Toddler. Selain harganya terjangkau, aluminium foil dapat meminimalisir masuknya udara dan bakteri. Karena material ini tidak bisa ditembus cahaya mmatahari

Untuk pemasarannya, tim ini memanfaatkan penjualan daring lewat platform e-commerce. Serta mempromosikan produk di lokasi yang ditargetkan.

“Pemasaran offline mengutamakan daerah sekitar toko bayi, rumah sakit anak dan bayi, klinik anak dan bayi, tempat penitipan anak dan bayi, serta komunitas pengidap autisme,” terangnya.

“Harapannya, produk ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat. Serta dapat dipasarkan dalam skala nasional hingga internasional,” pungkasnya. (M F@aza) 


Editor: Joe Meito

142

Baca Lainnya