Ekonomi Bisnis Nasional

Jumat, 21 Mei 2021 - 02:31 WIB

5 tahun yang lalu

logo

Pemerintah Gelontorkan 4,9 Triliun Rupiah untuk Program Kartu Prakerja

Jakarta | klikku.net – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini memiliki makna mendalam bagi bangsa Indonesia. Di tengah pandemi yang melanda, segenap anak bangsa terus bersinergi dan beradaptasi, dalam kondisi yang berdampak besar terhadap kesehatan dan perekonomian.

Dibanding tahun lalu, berbagai indikator dari segi perekonomian maupun terkait Covid-19, perlahan telah menunjukkan perbaikan yang konsisten. Salah satu inisiasi yang dilakukan Pemerintah yaitu Kartu Prakerja, terbukti telah membawa dampak positif bagi masyarakat di tengah pandemi.

Pada tahun 2020, lebih dari 5,5 juta orang tercatat sebagai penerima Program Kartu Prakerja. Dan tahun ini per 18 Mei 2021, tercatat lebih dari 2,7 juta orang jadi penerima program tersebut.

Pada Hari Kebangkitan Nasional tahun ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, para penerima Kartu Prakerja adalah calon Pahlawan Kebangkitan Nasional. Karena pada masa pandemi yang berdampak di sektor perekonomian, negara membutuhkan semua orang yang mau beradaptasi dengan keadaan.

“Kita membutuhkan ujung tombak yaitu orang-orang yang tidak menyerah pada keadaan, mau berubah, mau bangkit, mau meningkatkan kemampuan, mau menerima tantangan, serta mau memberikan manfaat kepada orang lain. Dan saya yakin, semua yang mengikuti Kartu Prakerja memiliki kemauan itu dalam dirinya,” ujar Airlangga, Kamis (20/5/2021).

Pada tahun 2021, lebih dari 62 juta orang mendaftar di website Kartu Prakerja. Hasil survei lembaga independen terhadap penerima Kartu Prakerja mengkonfirmasi, bahwa animo masyarakat terhadap program tersebut sangat tinggi. Tingginya minat itu, juga diikuti dengan kepuasan terhadap pelayanan dan manfaat Kartu Prakerja.

20 Mei 2021, lembaga survei independen Cyrusnetwork merilis hasil survei terkait persepsi penerima Program Kartu Prakerja, yang menyatakan 80,9% responden setuju dan 15,1% responden sangat setuju. Setelah mengikuti pelatihan Prorgam Kartu Prakerja para penerima program memiliki tambahan keterampilan.

Kemudian 72% responden setuju dan 26% sangat setuju, bahwa Program kartu prakerja berfugsi sebagai jaring pengamanan sosial di tengah pandemi. Adanya program ini menurunkan tingkat pengangguran di antara penerima Kartu Prakerja.

Setelah mengikuti Program Kartu Prakerja, terjadi peningkatan sebesar 13% dalam jumlah kelompok wirausaha. Naiknya jumlah wirausahawan saat ini telah sesuai dengan sasaran Program Kartu Prakerja. Semakin banyak jumlah wirausahawan dan jumlah usaha yang berkembang maka akan terjadi penyerapan tenaga kerja.

“Jika hal itu terjadi secara masif, tentu akan dapat mengangkat produktivitas dan ekonomi nasional. Nanti pada saat itulah para penerima Kartu Prakerja mampu mengangkat kepala dan tidak lagi menjadi calon. Namun sudah menjadi Pahlawan Kebangkitan Nasional di untuk ekonomi Indonesia,” tambahnya.

Menurut Airlangga, pemerintah telah menggelontorkan dana sebesar 4,9 triliun rupiah, sebagai insentif kepada para penerima Program Kartu Prakerja. Namun ia menegaskan, bahwa kunci kesuksesan Program Kartu Prakerja bukan hanya pada penyelenggara atau seberapa besar dana yang digelontorkan Pemerintah. “Tetapi juga pada perubahan positif yang terjadi pada penerima Kartu Prakerja,” pungkasnya. (M F@aza) 


Editor: Joe Meito

484

Baca Lainnya