Ekonomi Bisnis Pemerintahan

Senin, 9 Agustus 2021 - 03:23 WIB

5 tahun yang lalu

logo

Khofifah Minta UMKM Jatim Naik Kelas di Era Ekosistem Digital

Surabaya | klikku.net – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta agar UMKM naik kelas menuju era ekosistem digital. Hal itu ia ungkapkan dalam Rangkaian Pembukaan Kegiatan Gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI), Surabaya, Sabtu (7/8/2021).

“Tidak cukup dengan menjual produk secara tradisional. Namun harus naik kelas dengan memanfaatkan teknologi, agar bisa merambah pasar lebih luas lagi. Harus masuk dalam ekosistem digital. Tidak cukup hanya dengan aktivasi media sosial. Namun juga masuk dalam ekosistem market place,” ujarnya.

Menurutnya,, hal ini sejalan dengan Gerakan Nasional “Bangga Buatan Indonesia.” Agar masyarakat semakin mudah memperoleh produk lokal, baik secara online dan offline.

“Salah satu cara agar bisa terus survive di tengah Pandemi Covid-19 adalah go digital. Dengan transformasi ke digital, maka pelaku usaha dan pembeli bisa lebih mudah dalam bertransaksi barang atau jasa. Selain itu, jangkauan pasar juga akan menjadi lebih luas ke berbagai wilayah,” tambahnya.

Dalam acara bertajuk “Lokal Keren Jatim : Road To BRILIANPRENEUR 2021,” sebanyak 251 UMKM terpilih mewakili Jawa Timur dari sejumlah bidang industri. Diantaranya, fashion, makanan dan minuman, kerajinan dan dekorasi rumah, hingga aksesoris dan kecantikan. Acara tersebut digelar selama sebulan penuh, 1 – 31 Agustus 2021.

Khofifah menyampaikan, saat inj banyak platform e-commerce, seperti Tokopedia, Bukalapak, JD.ID, Lazada, maupun Shopee. “Pelaku UMKM bisa memanfaatkan keberadaan e-commerce tersebut, agar bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Biaya beriklan digital pun jauh lebih murah. Tinggal siapkan konten dan upload di sosial media,” ungkapnya.

Semakin banyak pelaku UMKM yang masuk ke pasar digital, maka akan semakin banyak pula masyarakat yang membeli produk mereka. Sehingga bisa meningkatkan omset usaha, sekaligus menopang pemulihan perekonomian nasional.

Namun demikian, digitalisasi harus diimbangi dengan kapasitas produksi dan kualitas yang baik. Oleh karena itu, Pemprov Jatim secara aktif melakukan berbagai pelatihan, bimbingan, serta workshop, agar produk yang dihasilkan bisa lebih marketable.

Khofifah mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama sektor swasta, meresapi Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia ini dengan meningkatkan konsumsi dan penggunaan produk lokal karya anak bangsa. Khususnya, produk dari UKM Jawa Timur, dalam upaya mendukung percepatan pemulihan ekonomi.

“Jatim punya banyak produk lokal, yang secara kualitas tidak kalah dengan produk impor. Jadi buat apa beli produk impor, kalau Indonesia sendiri punya banyak produk-produk yang juga oke. Daripada beli KW buatan luar negeri, mending beli yang ori buatan dalam negeri,” pungkasnya. (M F@aza) 


Editor: Joe Meito

309

Baca Lainnya