Pendidikan

Sabtu, 16 Januari 2021 - 12:39 WIB

6 tahun yang lalu

logo

ITS Kembangkan i-Nose C-19, Pendeteksi Covid-19 Melalui Bau Keringat Ketiak

Surabaya, klikku.net – Guru besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof Riyanarto Sarno mengembangkan inovasi alat pendeteksi Covid-19 melalui bau keringat ketiak. Alat yang dinamakan i-Nose C-19 tersebut telah melalui tahap satu uji klinis. Dan dipresentasikan di depan Wagub Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, di rumah dinasnya, Sabtu (16/1/2021).

i-Nose C-19 merupakan alat screening Covid-19 pertama di dunia yang pendeteksiannya melalui bau keringat ketiak (axillary sweat odor). i-Nose C-19 bekerja dengan cara mengambil sampel dari bau keringat ketiak seseorang. Lalu memprosesnya menggunakan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Dalam paparannya, Prof Ryan menyampaikan bahwa alat ini memiliki keunggulan dibandingkan screening melalui pernafasan. “Keringat ketiak adalah non-infectious, yang berarti limbah maupun udara buangan i-Nose C-19 tidak mengandung virus Covid-19,” ujarnya.

Selain itu, alat ini memiliki kelebihan dimana sampling dan proses berada dalam satu alat. Hingga prosesnya lebih cepat dan dapat langsung melihat hasil screening pada i-Nose C-19. “Alat inijuga dilengkapi fitur near-field communication (NFC). Hingga pengisian data cukup dengan menempelkan e-KTP pada alat deteksi cepat Covid-19 ini,” ungkapnya.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak (2 kiri) menunjukkan hasil pendeteksian i-Nose C-19 rancangan ITS

“Data dalam i-NoseC-19 terjamin, karena penyimpanannya pada alat maupun cloud. Penggunaan cloud computing mendukung i-Nose C-19 dapat terintegrasi dengan publik, pasien, dokter, rumah sakit maupun laboratorium. Semoga karya anak bangsa ini, bisa hadir untuk menjawab tantangan pandemi Covid-19 yang belum terkendali,” tuturnya.

“Selain itu, alat ini terbuat dari komponen teknologi yang murah. Dan tidak membutuhkan keahlian khusus dalam implementasinya. Semua orang bisa mengoperasikannya. Cukup dengan APD dasar, seperti masker dan sarung tangan,” tambahnya.

Menurut Prof Ryan, i-Nose C-19 merupakan hasil penelitian selama empat tahun, ia optimalkan dengan menyesuaikan virus Covid-19 sejak Maret 2020 lalu.

“Harapannya segera dapat ijin edar dan dapat dikomersialkan dalam waktu 3 bulan ke depan. Melihat semakin meningkatnya penyebaran virus Covid-19 ini dunia membutuhkan banyak teknologi screening yang mudah dan cepat diimplementasikan,” pungkasnya.

Sementara itu, Wagub Emil menyatakan bahwa Pemprov Jatim siap bersinergi mendukung pengembangan inovasi i-Nose C-19 ini. “Penemuan ITS ini merupakan terobosan baru sebagai alat pendeteksi Covid-19. Kami siap mendukung pengembangan alat ini,” ujarnya.


Reporter: M Faaza

Editor: Joe Meito

 

286

Baca Lainnya