Ekonomi Bisnis Pemerintahan Pendidikan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:38 WIB

17 jam yang lalu

logo

EJAVEC 2026 Kumpulkan 559 Riset, Akademisi Bidik Solusi Ekonomi Jatim

SURABAYA | klikku.id – Sebanyak 559 karya ilmiah masuk dalam East Java Economic (EJAVEC) Forum 2026 yang digelar Bank Indonesia (BI) Jawa Timur.

Jumlah tersebut meningkat 48,67 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan meningkatnya minat peneliti mengkaji persoalan dan potensi ekonomi Jawa Timur.

Forum yang berlangsung sejak 2014 itu menjadi wadah kolaborasi akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha untuk mendorong pemanfaatan riset dalam perumusan kebijakan pembangunan daerah.

Kepala Perwakilan BI Jawa Timur Ibrahim mengatakan, kebijakan ekonomi perlu didasarkan pada pemahaman kondisi riil di lapangan yang diperkuat analisis ilmiah.

Dengan begitu, rekomendasi yang dihasilkan tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi bisa diterapkan untuk menjawab persoalan pembangunan.

“Pemahaman terhadap kondisi dan permasalahan ekonomi di lapangan merupakan modal penting dalam perumusan kebijakan. Namun, pemahaman tersebut perlu dilengkapi dengan riset dan analisis ilmiah yang kuat,” ujar Ibrahim dalam Conference and Winner Announcement EJAVEC 2026 di Surabaya, Rabu (21/10/2026).

Ratusan penelitian yang masuk berasal dari penulis dalam dan luar negeri, termasuk Inggris, Australia, dan Taiwan. Seluruh karya diseleksi dewan juri yang melibatkan akademisi, lembaga riset, serta BI.

Kajian tersebut mencakup enam bidang strategis, yakni daya saing industri, hilirisasi dan investasi; ketahanan pangan dan stabilitas harga; perdagangan dan konektivitas regional; pariwisata dan sumber pertumbuhan baru; pengembangan UMKM serta inklusi keuangan; dan kesiapan tenaga kerja serta kesejahteraan sosial.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menilai, besarnya kontribusi ekonomi Jatim secara nasional perlu diimbangi strategi pembangunan yang mempertimbangkan potensi setiap daerah.

Perbedaan karakteristik wilayah dan dinamika global menuntut kebijakan yang mampu menjaga ketahanan ekonomi sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru.

Dalam kegiatan tersebut, Ibrahim menyerahkan Prosiding Finalis EJAVEC 2026 dan Laporan Perekonomian Provinsi Jawa Timur Triwulan II 2026 kepada Emil sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan.

Sejumlah pembicara turut membahas tantangan ekonomi daerah. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Prof. Rudi Purwono menyoroti produktivitas, daya saing, dan pemerataan pertumbuhan. Ekonom senior Hendri Saparini menekankan pentingnya transformasi struktural serta penguatan industrialisasi dan hilirisasi.

Sementara itu, pendiri PT Disway National Network Dahlan Iskan mendorong agar hasil riset dikembangkan menjadi inovasi bernilai ekonomi melalui pemanfaatan digitalisasi dan perluasan akses pasar, terutama bagi UMKM.

BI Jatim berharap EJAVEC dapat memperkuat sinergi peneliti, pemerintah, dan dunia usaha sehingga hasil penelitian berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. AM@n


 

11

Baca Lainnya