Daerah Kesehatan Pemerintahan Pendidikan Peristiwa

Kamis, 22 Juli 2021 - 15:15 WIB

5 tahun yang lalu

logo

Sholehuddin salah satu peserta KKN UTM menunjukkan alat cuci tangan otomatis yang dibuatnya. (Foto : klikku.net / Anam)

Sholehuddin salah satu peserta KKN UTM menunjukkan alat cuci tangan otomatis yang dibuatnya. (Foto : klikku.net / Anam)

Tekan Sebaran Covid-19, Kelompok KKN 111 UTM Berikan Alat Cuci Tangan Otomatis Pada Desa Pacangan Tragah Bangkalan 

Bangkalan | klikku.net – Pada masa masih mewabahnya coronavirus (Covid-19) khusunya di Kabupaten Bangkalan yang dalam beberapa pekan terakhir mengalami lonjakan angka jangkitannya di beberapa kecamatan menjadi motivasi tersendiri pada kelompok KKN (Kuliah Kerja Nyata) 111 UTM (Universitas Trunojoyo Madura) berbuat untuk membantu dalam menekan sebaran virus tersebut.

Sholehuddin salah satu peserta KKN UTM kelompok 111 mengungkapkan pihaknya telah menciptakan alat cuci tangan otomatis (tanpa menyentuh / non contact) untuk diberikan pada beberapa sarana ibadah masyarakat di Desa Pacangan, Kecamatan Tragah dimana dirinya beserta anggota KKN kelompok 111 ditempatkan dalam melakukan pengabdian melalui program KKN.

“Perangkat ini dilengkapi oleh sensor ultrasonic yang berfungsi  saat tangan didekatkan ke wastafel, alat tersebut akan langsung mengalirkan air secara otomatis, sehingga masyarakat tidak perlu menyentuh kran air. Setiap masyarakat yang hendak melaksanakan sholawat wajib mencuci tangan terlebih dahulu,” terang Sholehuddin sembari memperlihatkan alat temuannya.


Baca juga :

Marak Pencurian Mahasiswa UTM Demo Polres Bangkalan


Alat tersebut menurutnya merupakan salah satu sarana untuk menghindari kontak langsung dalam penggunaan fasilitas umum yang dikhawatirkan menjadi media penyebaran ragam penyakit termasuk jenis covid-19 yang hingga kini masih terus menghantui masyarakat.

“Rawan sekali jika masyarakat yang akan berkunjung ke masjid mencuci tangan dengan cara harus memutar kran air di wastafel terlebih dahulu. Bisa jadi ada kuman, virus, atau bakteri yang menempel pada kran air di wastafel tersebut,” kata Sholehuddin menjelaskan.

Alat cuci tangan otomatis karya peserta KKN UTM siap digunakan. (Foto : klikku.net / Anam)

Alat cuci tangan otomatis yang dibuat oleh KKN kelompok 111 ini diklaim akan bekerja dengan memancarkan sinyal ultrasonik ke arah depan wastafel. Jadi saat terdapat halangan dengan jarak tertentu maka alat cuci tangan tersebut otomatis akan mengalirkan air.

Terpisah menanggapi pemberian alat tersebut dari kelompok KKN 111 UTM itu Kepala Desa Pacangan, Ruadullah menyampaikan terima kasih atas bantuan berupa satu set alat cuci tangan otomatis (non kontak) itu dengan harapan warganya bisa selamat dari ancaman Covid-19 tersebut.

”Semoga bantuan ini dapat berguna, bermanfaat, dan membantu pencegahan Covid-19. Sekaligus menjadi amal jariyah  KKN  UTM,” ujar Ruadullah. (Ulil Albab, kontributor)


Editor : Anam

376

Baca Lainnya