Jakarta | klikku.net – Untuk kesekian kalinya Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah RI (Amphuri) melobi Arab Saudi agar para ibadah haji Indonesia bisa diterima secara keseluruhan.
Alasan Arab Saudi menolak kedatangan para jamaah haji Indonesia antara lain bahwa pemerintah RI mempunyai hutang ke Arab Saudi. Selain Itu angka kasus Covid-19 di Indonesia cukup tinggi.
Hal tersebut pernah diutarakan oleh Kepala Bidang Umrah Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah RI (Amphuri), Zaky Zakaria, beberapa waktu lalu di kompas.com. “Walaupun berat kita harus terima keputusan Arab Saudi ini dan ini akan menjawab semua prasangka selama ini bahwa pemerintah RI gagal melobi, pemerintah RI punya utang ke Saudi dan lainnya,” kata Zaky, Sabtu (12 Juni 2021) lalu.
Namun akhir akhir ini pemerintah Arab Saudi membuka kelonggaran kepada Pemerintah Indonesia terhadap para jamaah haji Ineonesia.
Namun persyaratan yang harus ditaati para jemaah agar dapat diizinkan melakukan ibadah haji, antara lain tidak ada penyakit penyerta atau bawaan, umur 18-65 tahun. Sudah divaksinasi dan vaksin yang disetujui oleh otoritas Arab Saudi adalah AstraZeneca. Dimana vaksin tersebut adalah salah satu dari beberapa vaksin yang dipergunakan oleh pemerintah Indinesia.
Sedangkan untuk vaksin Sinovac yang dominan digunakan oleh pemerintah Indonesia tidak di terima Arab Saudi, “Kalau berharap yah tentu berharap, tapi secara realistis kita susah memberangkatkan baik secara persiapan tidak cukup waktu. Kemudian kondisi pandemi dan vaksin indonesia mayoritas Sinovac yang tidak diakui Saudi,” pungkasnya.
Menurut dia, keputusan yang berat itu perlu diterima seluruh pihak di Indonesia. Hal ini juga dinilai Zaky telah menjawab semua prasangka yang menjadi polemik terkait pembatalan pemberangkatan ibadah haji.
Menurut dia, otoritas Arab Saudi memang masih khawatir akan penyebaran Covid-19 yang masih terjadi hingga kini.
Caption. : ilustrasi jamahan haji gagal berangkat
Reporter. : Rus
Editor. : Yanto
