Hallo Polisi Pemerintahan Pendidikan

Rabu, 8 September 2021 - 21:08 WIB

5 tahun yang lalu

logo

Deklarasi Forum Guru Lintas Sekolah Untuk Pencegahan Ekstremisme dan Radikalisme di Lingkungan Sekolah

Surabaya | klikku.net – Ratusan guru SMA, SMK dan MA se-Surabaya Raya dan Malang Raya yang tergabung dalam Forum Guru Lintas Sekolah, mendeklarasikan anti ekstrimisme dan radikalisme di lingkungan sekolah Jawa Timur, Rabu (8/9/2021).

Kegiatan yang digagas Pusat Studi Hak Asasi Manusia Surabaya (PUSHAM Surabaya) bekerjasama dengan UNDP Indonesia yang didukung oleh United Nations Trust Fund for Human Security (UNTFHS) tersebut, bertujuan meningkatkan Human Security di Jawa Timur.

Menurut Direktur PUSHAM Surabaya Johan Avie, berdasarkan survey yang dilakukan Lembaga IImu Pengetahuan Indonesia. Serta pengalaman pribadi guru yang disampaikan dalam diskusi, menunjukkan perkembangan ekstremisme dan radikalisme di kalangan pelajar SMA yang mengkhawatirkan.

“Sebanyak 84% dari 760 siswa di 171 sekolah yang diteliti, mendukung peraturan negara berdasarkan agama. Sementara 52% siswa mendukung cara kekerasan untuk solidaritas agama, dan 14% siswa setuju peledakkan bom, sebagai cara untuk memperjuangkan agama,” ujarnya.

Hasil riset Alvara Research juga menunjukkan bahwa dari 989 responden muslim yang disurvey, menunjukkan 18,1% responden yang memiliki kecenderungan untuk mendirikan negara Islam di Indonesia.

“Pembentukan dan deklarasi forum guru lintas sekolah ini, merupakan jawaban atas kegelisahan guru yang sudah disampaikan dalam berbagai diskusi yang telah kami gelar sebelumnya. Untuk secara aktif bekerja sama dengan instansi pemerintah di luar sekolah, dalam pencegahan ekstrimisme dan radikalisme di lingkungan sekolah,” tambahnya.

Sementara itu, Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak yang hadir secara daring menyatakan, bahwa solusi dari masalah ini perlu dipecahkan bersama.

“Apalagi, menurut survey sebanyak 41% siswa cenderung radikalisme secara pola pikir. Meski belum radikalisme secara tindakan. Namun hal ini harus dicegah dan dicari solusinya,” ujar Emil.

Acara deklarasi dan kegiatan workshop selama 2 hari yang digelar secara luring dan daring tersebut, bertujuan untuk menanggulangi gerakan civil society dan upaya melawan radikalisme dan terorisme melalui kebijakan pemerintah.

Hadir sebagai pembicara Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak, Ketua DPRD Jatim Kusnadi, Wadir Binmas Polda Jatim AKBP Kamal Bakhtiar, Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Prof. Hariyono, serta Pakar Pendidikan Nasional Darmaningtyas.

Selain itu, kegiatan ini juga untuk memperkuat komitmen dan relasi antara pemerintah dengan masyarakat. Dan diharapkan dapat merumuskan upaya Sistem Deteksi Dini Ekstremisme dan Radikalisme di lingkungan sekolah. (M F@aza) 


Editor: Joe Meito

199

Baca Lainnya