Ekonomi Bisnis

Sabtu, 2 Oktober 2021 - 23:21 WIB

5 tahun yang lalu

logo

FESyar Regional Jawa 2021 Hasilkan Pembiayaan Bisnis Matching Sebesar Rp6.96 Trilyun

Surabaya | klikku.net – Gelaran Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2021 secara hybrid yang berlangsung sejak Senin (27/9/2021), resmi berakhir.

Menurut Kepala KPw BI Jatim Budi Hanoto, kegiatan yang digelar hybrid tersebut, menghasilkan pencapaian yang menggembirakan.

“Khususnya pada sisi peranan aktifitas, seperti kegiatan yang semakin banyak dan total jumlah pengunjung FESyar 2021 juga semakin meningkat,” ujarnya, saat penutupan FESyar Regional Jawa 2021 di Surabaya, Sabtu (02/09/10).

”Jumlah pengunjung FESyar tahun ini sekitar 149.230 orang, atau meningkat 98.14 persen dibanding tahun sebelumnya, yang hanya 75.315 pengunjung. Terdiri dari 3.786 pengunjung offline kegiatan fair di Atrium Tunjungan Plaza, 47.535 peserta Sharia Forum, serta 97.909 orang pengunjung platform www.fesyarjawa.com,” tambahnya.

Budi juga menjelaskan, bahwa volume penjualan pada FESyar Regional Jawa 2021 juga meningkat. Kegiatan ini diikuti 90 UMKM Syariah Jawa. Dimana 42 UMKM menyuguhkan karya fashion mutakhir, 37 UMKM menyajikan Halal Food yang higienis dan sehat. Serta 11 UMKM memamerkan karya Wastra berkelas. Sinergi ini juga melibatkan Hebitren, 10 Perbankan Syariah, 2 e-commerce, 3 Fintech Syariah, 5 PJSP, dan 4 Ziswaf.

”Ini adalah pertanda bagus. Karena kami menyelenggarakan FESyar ini secara Hybrid. Artinya, ada yang dilakukan secara online dan offline, dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat di lokasi Tunjungan Plasa,” ungkapnya.

Selama enam hari penyelenggaraan, FESyar Regional Jawa 2021 menghasilkan Transaksi sekitar Rp845 juta, atau meningkat 12,71% dibandingkan tahun lalu. Dengan stand penjualan tertinggi diraih oleh Jawa Timur, Jawa Barat, dan Tegal.

Ia menyebut, bahwa pelaksanaan business matching yang diawali dengan talkshow business matching sebanyak 8 (delapan) kelas sebagai pre event. Mampu mencapai pembiayaan sebesar Rp6.96 trilyun, atau meningkat meningkat 99,03%.

”Ini capaian yang luar biasa ditengah kondisi pandemi. Bagaimana perbankan syariah, lembaga ziswaf, Fintech Syariah, E-Commerce dan Potential buyer, bisa bergerak bersama demi kemajuan ekonomi syariah,” pungkasnya. (@Nto tse)


Editor: Joe Meito

233

Baca Lainnya