Daerah Pemerintahan

Senin, 18 Oktober 2021 - 14:38 WIB

5 tahun yang lalu

logo

Dapat Rapor Merah, Dirut Perumda Giri Tirta Gresik Minta Kinerjanya Terus Dikawal

Gresik | klikku.net – Puluhan masa yang tergabung dalam aliansi Gerakan Air Untuk Rakyat (Gerak) mendatangi kantor Perumda Giri Tirta Gresik, Senin (18/10/2021).

Dalam aksinya, masa menuntut transparansi pengelolaan anggaran serta perombakan jajaran direksi Perumda Giri Tirta Gresik.

Menurut koordinator aksi Syafik Udin, kinerja Perumda Giri Tirta Gresik memiliki beberapa catatan merah. Mulai dari tidak bisa diaksesnya website, tagihan air pelanggan yang tiba-tiba melonjak tajam, hingga keruhnya air.

“Kami minta agar ada perombakan besar-besaran di Perumda Giri Tirta Gresik. Karena masih banyak masyarakat mengeluhkan layanannya. Selain itu, kami meminta transparansi laporan penggunaan anggaran Rp25 miliar, sebagai penyertaan modal tahun 2019,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, masa juga menyerahkan dokumen yang diberi nama rapor merah pada Perumda Giri Tirta Gresik. Dokumen itu berisi keluhan masyarakat seputar layanan air bersih.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Giri Tirta Gresik Siti Aminatus Zariyah mengucapkan terimakasih dan memberikan apresiasi pada para para pengunjuk rasa, yang terus mengawal kinerjanya dalam memimpin Perumda Giri Tirta Gresik selama tiga tahun terakhir.

Pejabat yang biasa dipanggil Risa ini, juga menerima rapor merah yang diserahkan oleh pengunjuk rasa, sebagai bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk jajarannya,

“Rapor merah ini saya terima, sebagai simbol masyarakat cinta dengan Perumda Giri Tirta Gresik. Sehingga ingin ada perbaikan yang menyeluruh. Saya minta agar kinerja saya terus dikawal, meskipun dengan menyampaikan pendapat dimuka umum,” ujarnya.

Ia juga ga menjawab satu persatu tuntutan massa, mulai dari pelayanan hingga penyertaan modal. Menurut ibu dua anak ini, kekeruhan bahan baku air seringkali terjadi saat air baku dari kali Surabaya dan Umbulan gagal diolah.

“Jadi Perumda Giri Tirta ini tidak memiliki sumber air baku sendiri. Kita beli air dari Pemprov Jatim. Sehingga apabila sumbernya keruh, kemungkinan air yang kami distribusikan juga keruh. Meskipun tidak sekeruh air dari sumbernya,” ungkap Risa.

Sementara, mengenai tuntutan kasus korupsi, Risa menyebut jika tuntutan itu salah alamat. Sebab, yang memiliki kewenangan terhadap kasus itu adalah penyidik KPK.

“Saya tegasnya jika kasus itu terjadi, saat saya belum menjabat sebagai Dirut Perumda Giri Tirta Gresik,” tegasnya.

Risa menuturkan, terkait dengan pelayanan air bersih, pihaknya terus melakukan perbaikan kinerja. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya pipa tua yang telah direvitalisasi. Serta ada beberapa sumber air baku baru, yang didapatkan saat ia menjabat dirut.

“Dulu saat awal dilantik, saya diberikan target agar pelanggan Perumda Giri Tirta Gresik bertambah 1.000 pelanggan dalam lima tahun. Namun pada tahun kedua sudah bisa direalisasikan, seiring dengan tambahan tiga sumber air baku baru,” tuturnya.

Sedangkan untuk melayani pengaduan pelanggan, Risa telah meluncurkan program Banyu Bening. Melalui program ini dirinya akan keliling ke kampung maupun desa yang menjadi pelanggan Perumda Giri Tirta Gresik, untuk berdialog seputar persoalan air di Kabupaten Gresik. Bahkan tidak jarang ada berbagai hal yang selama ini tidak dia ketahui, bisa dicarikan solusi.

“Saya menyadari memang dalam melayani masyarakat, ini masih banyak keluhan. Mulai dari pipa sering bocor karena dimakan usia, hingga keluhan seputar tagihan. Namun hal ini akan terus saya perbaiki. Maka dari itu, saya butuh dikawal dan diingatkan,” lungkasnya. (Handoko/Widji)


Editor: Joe Meito

119

Baca Lainnya