Surabaya | klikku.net – Pemkot Surabaya mengukuhkan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Surabaya, Senin (1/11/2021). Hal ini sebagai upaya untuk mempercepat akses keuangan bagi pelaku UMKM di Kota Surabaya.
Dalam sambutannya, Walikota Surabaya Eri Cahyadi sangat mendukung terbentuknya TPAKD di kota Surabaya.
“Sebab program TPAKD berkaitan langsung pada upaya peningkatan akses bagi UMKM kepada industri jasa keuangan, kredit melawan rentenir, dan kampanye literasi dan inklusi keuangan,” ujarnya.
“Selain itu, TPAKD juga memperluas penyediaan pendanaan produktif untuk pengembangan UMKM, usaha rintisan (start up business), dan pembiayaan pembangunan pada sektor prioritas,” tambahnya.
Eri juga mengungkapkan, jika TPAKD Kota Surabaya memiliki sejumlah program prioritas. Diantaranya adalah pembiayaan bunga rendah melalui Pinjaman UMKM Surabaya Pasti Tangguh (Puspita). Yang disalurkan oleh PT BPR Surya Artha Utama, dan didukung penuh Pemkot Surabaya.
“Selain itu kita luncurkan Pemberdayaan dan Ketahanan Ekonomi Nang Suroboyo (PEKEN). Yang merupakan e-commerce Kota Pahlawan, untuk memfasilitasi pedagang kelontong, koperasi, dan UMKM,” ungkapnya.
Adapun anggota TPAKD Kota Surabaya, terdiri dari Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 4 Jawa Timur, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Surabaya, Lembaga Jasa Keuangan di Kota Surabaya, Kementerian Agama Kantor Wilayah Surabaya, Badan Pusat Statistik Kota Surabaya dan stake holders terkait.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala OJK Kantor Regional 4 Jawa Timur Bambang Mukti Riyadi mengatakan, saat ini telah terbentuk 13 TPAKD Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur, yang masing-masing memiliki program unggulan.
“OJK sangat mengapresiasi Pemkot Surabaya, yang telah melakukan serangkaian kegiatan dalam rangka meningkatkan akses keuangan. Diantaranya melalui kegiatan Pameran Surabaya Fashion Week yang digelar pada 31 Oktober – 7 November 2021,” ujarnya.
“Kegiatan itu untuk memfasilitasi UMKM Kota surabaya agar mendapatkan akses keuangan dan pemasaran. Serta untuk menyukseskan Program Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bulan Inklusi Keuangan,” tambahnya.
“Selain itu ada kegiatan Pembukaan Rekening Simpanan Pelajar. Yang dikolaborasikan dengan pemberian bantuan beasiswa kepada pelajar SMP di Kota Surabaya, dari keluarga Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR),” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK Kristianti Puji Rahayu mengungkapkan. Dengan dikukuhkannya TPAKD Kota Surabaya. Maka jumlah TPAKD yang telah terbentuk saat ini adalah 324 TPAKD. Terdiri dari 34 TPAKD tingkat Provinsi, dan 282 TPAKD tingkat Kabupaten/Kota.
“Dengan demikian, masih ada 224 kabupaten/kota di Indonesia, masih perlu untuk membentuk TPAKD,” ujarnya. (@Nto tse)
Editor: Joe Meito
