Gresik | klikku.net – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menghadiri peresmian Desa Wedanix Kecamatan Cerme sebagai Desa Devisa, Selasa (02/11/2021).
Dalam sambutannya, ia menyatakan jika produksi sarung tenun Desa Wedani memiliki kualitas yang bagus. Wedani juga telah memiliki pasar yang cukup luas, baik didalam maupun di luar negeri.
“Sampai saat ini, Wedani telah lepas ekspor sebanyak dua kali ke negara Arab Saudi, Ethiopia, Brunei Darussalam dan Malaysia. Kekhasan sarung Wedani dengan berbagai motif seperti Songket Gunung Timbul, Goyor, Corak Liris, Mustamin sangat diminati pasar,” ujarnya.
Karena memiliki potensi yang luar biasa, Gus Yani menyatakan bahwa Desa Wedani layak mendapat pendampingan dari lembaga terkait. Agar dapat mengembangkan potensi ekspor dan memiliki pangsa pasar yang lebih luas.
“Alhamdulillah, LPEI hadir untuk memberikan pendampingan. Disamping keterlibatan langsung dari Pemerintah Daerah melalui Diskoperindag dan Bea Cukai. Yang terus memberikan arahan dan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh Desa Wedani,” tambahnya.
Ia berharap, agar semakin banyak desa di Kabupaten Gresik, yang bisa berinovasi dan menghasilkan produk-produk unggulan, sebagai perwujudan One Village One Product. Hal ini sesuai dengan Nawa Karsa Bupati dan Wakil Bupati Gresik.
“Potensi UMKM di Kabupaten Gresik sangat luar biasa. Tugas kita sebagai Pemerintah Daerah, berkomitmen untuk terus mendorong dan memberikan pendampingan kepada UMKM. Agar berani ekspor dan bisa menjadi Desa Devisa. Seperti halnya Desa Wedani yang merupakan desa percontohan di Gresik. Ini juga sebagai salah satu upaya melakukan pemulihan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
Desa Wedani, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik dikenal sebagai desa produsen sarung berkualitas. Dengan 60 pengrajin, Desa Wedani mampu menyerap 1.500 tenaga kerja, dengan kemampuan produksi masing-masing pengerajin sebanyak 200 lembar sarung tenun ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin).
Karenanya, Pemda dan LPEI (Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia) menjadikan Desa Wedani sebagai Desa Devisa di Kabupaten Gresik.
Desa Wedani merupakan desa ke lima yang menjadi desa Devisa di seluruh Indonesia. Sebelumnya, LPEI (Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia) telah sukses mengorbitkan desa devisa di Kabupaten Jembrana, Kabupaten Bantul, Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Subang. (Handoko)
Editor: Joe Meito
