Surabaya | klikku.net – Terinspirasi dari pengoperasian jalan tol di Indonesia, yang belum menggunakan energi baru dan terbarukan (EBT) sebagai sumber energi listrik.
Mahasiswa Departemen Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), membuat alat pemanen energi angin dan matahari, sebagai sumber kelistrikan mandiri di jalan tol.
Mereka adakah Ilham Erick Kurniawan, Fachry Azca Haidar Fayumi, Mohammad Alfan Affandy, dan Firas Quthbi Sidqi.
Keempatnya merancang alat menggunakan turbin angin, yang mampu menghasilkan energi listrik dengan optimal pada kecepatan angin rendah.
“Angin rendah ini, seperti yang dihasilkan dari aktivitas lalu lintas kendaraan di jalan tol,” ujar Ilham, Senin (29/11/2021).
Selain energi angin, alat ini juga memanfaatkan energi panas matahari, untuk diubah menjadi sumber energi listrik lainnya.
“Saat kondisi jalan tol sepi, macet atau minim angin. Alat rancangan kami masih dapat memanfaatkan energi panas matahari, dan mengubahnya menjadi energi listrik,” ungkapnya.
Ilham juga meyakini, jika alat ciptaan timnya ini lebih unggul, dibandingkan panel surya konvensional pada umumnya. Selain bersumber dari EBT, turbin mereka menghasilkan energi listrik dalam jumlah yang lebih besar, harga lebih murah, serta biaya perawatan yang lebih terjangkau.
“Turbin ini juga akan mengurangi penggunaan listrik dari pembangkit listrik pada umumnya,” tandasnya.

Tak pelak, hasil rancangan mereka berhasil merebut medali perunggu pada kompetisi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-34 bidang Karsa Cipta kategori Poster.
Untuk pengembangan selanjutnya, mereka akan menambahan fitur otomasi pada alat. Sehingga penggunaan alat dapat dipantau dari jarak jauh.
“Tidak sebatas itu, kami berharap agar alat ini juga dapat diterapkan di daerah-daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), guna meningkatkan bauran EBT di Indonesia,” pungkasnya. (@Nto tse)
Editor: Joe Meito
