Pendidikan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:34 WIB

1 jam yang lalu

logo

ARJUNU Gandeng RJI, Jurnal PTNU Dibidik Tembus Scopus

SEMARANG | klikku.id – Pengelola jurnal ilmiah dari berbagai perguruan tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) didorong memperkuat kualitas dan jejaring internasional.

Langkah itu dilakukan melalui ARJUNU–RJI International Forum on Journal Excellence 2026 yang digelar di Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS), Semarang.

Forum yang mengusung tema “Connecting Editors, Sharing Experience, and Building Global Collaboration” tersebut mempertemukan editor, akademisi, serta pengelola jurnal dari dalam dan luar negeri.

Kegiatan digelar secara hybrid untuk berbagi praktik pengelolaan jurnal sekaligus membuka peluang kolaborasi menuju rekognisi global.

Rektor UNWAHAS Prof Dr H Helmy Purwanto mengatakan, kualitas jurnal menjadi bagian penting dari ekosistem akademik perguruan tinggi. Karena itu, kampus terus mendorong jurnal yang dikelolanya agar memenuhi standar internasional. Saat ini, dua jurnal UNWAHAS telah diajukan untuk masuk indeksasi Scopus.

“Kami sangat mendukung perkembangan jurnal-jurnal di Indonesia. Harapannya semakin banyak jurnal Indonesia yang mampu masuk dan terindeks Scopus,” kata Helmy, Sabtu (22/8/2026).

Ketua Umum RJI Dr Arbain menyebut kolaborasi dengan ARJUNU dan jaringan PTNU menjadi peluang untuk memperluas pendampingan pengelola jurnal. RJI memiliki pengalaman dalam penguatan tata kelola, pendampingan editor, serta membangun jejaring dengan komunitas akademik internasional.

Ketua ARJUNU Dr Fifi Khoirul Fitriyah mengatakan, penguatan jurnal tidak cukup hanya mengejar akreditasi atau indeksasi. Kapasitas editor, kualitas artikel, jaringan reviewer, keberagaman penulis, konsistensi penerbitan, keamanan OJS hingga koneksi internasional harus dibangun secara bersamaan.

“Target akhirnya tentu kita ingin semakin banyak jurnal PTNU mendapatkan rekognisi nasional maupun internasional. Tetapi sebelum sampai ke sana, editornya harus kuat, jejaringnya harus luas, tata kelolanya harus baik, dan kolaborasinya harus hidup,” tegas Fifi.

Jawa Tengah menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus ARJUNU. Berdasarkan pemetaan organisasi, potensi jurnal di wilayah tersebut dinilai besar, namun ekosistemnya masih perlu diperkuat. Karena itu, kegiatan dan pendampingan editor mulai diperbanyak di Jawa Tengah.

Salah satu agenda utama forum adalah International Editors Panel yang menghadirkan editor dan akademisi dari Indonesia hingga Nepal. Diskusi membahas pengalaman pengelolaan jurnal, editorial best practices, serta peluang membangun kerja sama lintas negara.

Melalui forum tersebut, ARJUNU dan RJI ingin mendorong jurnal Indonesia bergerak dari sekadar memenuhi persyaratan administratif menuju publikasi ilmiah yang profesional, berkualitas, berjejaring luas, dan memiliki daya saing global. AM@n


 

10

Baca Lainnya