Daerah Hallo Polisi

Jumat, 7 Januari 2022 - 06:07 WIB

4 tahun yang lalu

logo

Anak Penjual Tahu Keliling di Jombang, Lolos Pendidikan Akpol 

Jombang | klikku.net – Doa, usaha dan kerja keras pasti membuahkan hasil. Ungkapan itu berhasil dibuktikan oleh Veni Nardianto, salah satu anak penjual tahu keliling di Jombang, yang lolos pendidikan akademi kepolisian (Akpol).

Masih mengenakan seragam cokelat Taruna Akpol dengan atribut lengkap. Ia berkunjung ke Mapolres Jombang di jalan Wahid Hasyim, Jumat (7/1/2021).

“Mumpung ada kesempatan ke Jombang, sebelum kembali ke asrama,” ujar pria yang biasa dipanggil Antok mengawali pembicaraannya.

Anak kedua dari pasangan Solikhin dan Muslikah itu, menceritakan perjuangannya menembus Akpol, yang prosesnya cukup panjang.

Ia menuturkan, ayahnya adalah seorang pedagang kecil yang sehari-hari berjualan tahu keliling ke sejumlah kampung di kota Jombang. Namun, ia punya cita-cita besar untuk menjadi taruna Akpol.

“Saya terus berusaha mewujudkan cita-cita, dengan giat berlatih dan berprestasi di sekolah,” ujarnya.

Lulus dari SDN Ngudirejo 1, ia meneruskan sekolah ke SMPN 3 Jombang. Upayanya mengejar cita-cita, mulai terasa ketika berhasil masuk SMA Taruna Nusantara Magelang, Jawa Tengah, lewat jalur beasiswa, hingga lulus tahun 2017.

“Setelah lulus SMA, saya mendaftar Akpol melalui Panda Polda Jatim. Alhamdulillah masuk kuota. Sampai akhirnya lulus, dan diterima jadi taruna tahun 2018,” ungkapnya.

Selama menjalani tes di Mapolda Jatim, Ia pulang pergi dari Jombang ke Surabaya, menggunakan bus. Tak jarang ia harus berangkat dari Jombang sejak subuh, karena pelaksanaan tes pagi hari.

“Biaya wira-wiri menggunakan uang tabungan dari beasiswa selama di SMA Taruna Nusantara Magelang,” tambahnya.

Antok mengaku, hingga saat ini ia masih menjalani pendidikan Akpol tingkat IV. Tahun ini pendidikan berakhir, akan segera lulus dan dilantik menjadi Perwira Polri.

“Insyaallah bulan Juli nanti, selesai pendidikan dan pelantikan,” ungkapnya penuh rasa bangga.

Sementara itu, ibu Muslikah mengisahkan bahwa dirinya sering diolok-olok tetangga. Karena dianggap tak memilik cukup uang, untuk menjadikan anaknya sebagai polisi. Namun, Muslikah dan suaminya tidak pernah menghiraukan ocehan orang-orang di sekitarnya.

Setiap anaknya menjalani tes hingga menunggu pengumuman, Ia dan suaminya selalu berdoa. Bahkan rela tidak tidur sampai larut malam, hingga anaknya pulang.

“Dengan memberikan motivasi kepada anak agar selalu belajar dengan giat, dan orang tua yang selalu mendoakan. Alhamdulillah dikabulkan Allah SWT,” ujar Muslikah.

Ia pun berpesan kepada para orang tua, agar tidak berkecil hati untuk mewujudkan cita-cita anaknya menjadi Polisi. Walaupun dengan keterbatasan ekonomi. Ternyata anaknya dapat mencapai cita-citanya.

“Jangan takut mendaftarkan anaknya jadi polisi. Suami saya penjual tahu keliling membuktikan sendiri. Ternyata jadi polisi itu gratis dan tidak dipungut biaya,” pungkasnya. (Titin Mujiati) 


Editor: Joe Mesti

173

Baca Lainnya