Ekonomi Bisnis

Rabu, 19 Januari 2022 - 02:46 WIB

4 tahun yang lalu

logo

Kemiskinan di Jatim Terus Menurun

Surabaya | klikku.net – Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim merilis data penduduk miskin di Jawa Timur pada September 2021 sebesar 10,59 persen. Atau menurun 0,81 persen terhadap Maret 2021, serta menurun lagi 0,87 persen terhadap September 2020.

Kepala BPS Jatim Dadang Hardiwan mengungkapkan, bahwa jumlah penduduk miskin di Jawa Timur pada September 2021 sebesar 4,259 juta orang. Atau menurun 0,313 juta orang terhadap Maret 2021. Dan menurun lagi 0,326 juta orang terhadap Maret 2020.

“Sementara penduduk miskin perkotaan pada Maret 2021 sebesar 8,38 persen. Dan turun menjadi 7,99 persen pada September 2021. Sementara persentase penduduk miskin perdesaan pada Maret 2021 sebesar 15,05 persen. Dan turun menjadi 13,79 persen pada September 2021,” ujarnya, Senin (17/1/2022).

Dibanding Maret 2021, jumlah penduduk miskin September 2021 perkotaan turun sebanyak 71,3 ribu orang. Yakni dari 1,840 juta orang pada Maret 2021, menjadi 1,768 juta orang pada September 2021.

“Pada periode yang sama, jumlah penduduk miskin perdesaan juga turun sebanyak 241,8 ribu orang. Yakni dari 2,732 juta orang pada Maret 2021, menjadi 2,490 juta orang pada September 2021,” tambahnya.

Sementara Garis Kemiskinan pada September 2021, tercatat sebesar Rp445.139,-/kapita/ bulan. Dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp336.315,- (75,55 persen) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp108.825,- (24,45 persen).

Pada September 2021, secara rata-rata rumah tangga miskin di Jawa Timur memiliki 4,14 orang anggota rumah tangga. Dengan demikian, besarnya Garis Kemiskinan per rumah tangga miskin secara rata-rata adalah sebesar Rp1.842.875,-/rumah tangga miskin/bulan.

Dadang menjelaskan, sejumlah faktor yang mempengaruhi menurunnya kemiskinan di Jatim, salah satunya adalah pertumbuhan ekonomi yang membaik meski masih pandemi.

Data pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sampai dengan Triwulan III-2021 meningkat sebesar 3,20 persen (c-to-c). Jika Triwulan III-2021 dibandingkan dengan Triwulan II-2021 meningkat sebesar 2,26 persen (q-to-q). Dan jika dibandingkan dengan Triwulan III-2020 meningkat sebesar 3,23 persen (y-to-y).

Sedangkan data dari sisi Produk Domistik Regional Bruto ( PDRB) pengeluaran, untuk konsumsi rumah tangga sampai dengan Triwulan III-2021 meningkat 1,57 persen (c-to-c) dan Triwulan III-2021 dibandingkan Triwulan III-2020 meningkat sebesar 1,56 persen (y-to-y). Soen/roji


Editor: Joe Mesti

204

Baca Lainnya