Daerah Ekonomi Bisnis Hallo Polisi

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:14 WIB

1 hari yang lalu

logo

Dok gambar foto ist Anam klikku.id Biro Bangkalan.

Dok gambar foto ist Anam klikku.id Biro Bangkalan.

Dari Tempat Pembuangan Sampah Menjadi Pekarangan Pangan Bergizi, Jufri Kora Wakili Polres Bangkalan pada Tingkat Polda Jatim

BANGKALAN | klikku.id – Semangat mewujudkan ketahanan pangan berbasis masyarakat kembali ditunjukkan oleh Jufri Kora. Berbekal tekad, kreativitas, dan swadaya mandiri tanpa bantuan pihak mana pun, kawasan yang dulunya dikenal sebagai tempat pembuangan sampah warga kini berhasil disulap menjadi Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) yang produktif dan menjadi percontohan di lingkungan sekitar.

Atas keberhasilannya tersebut, Jufri Kora kembali dipercaya mewakili Polres Bangkalan dalam ajang Lomba Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) tingkat Polda Jawa Timur.

Kepada klikku.id, Rabu (10/6), Jufri Kora mengungkapkan bahwa seluruh proses pembangunan kawasan pangan tersebut dilakukan secara mandiri dengan tujuan mengubah lahan kumuh menjadi ruang yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Ini kegiatan mandiri tanpa ada bantuan dari siapa pun. Awalnya tempat ini kotor, bahkan menjadi lokasi pembuangan sampah warga. Saya berpikir bagaimana tempat yang menjijikkan itu bisa berubah menjadi tempat yang bersih, menyejukkan dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, perubahan dimulai dari membersihkan lahan yang terbengkalai setelah memperoleh izin dari pemilik lahan. Secara bertahap, area tersebut ditata dengan berbagai sarana pertanian sederhana seperti polybag, media tanam, hingga instalasi budidaya tanaman dan perikanan.

Jufri mengaku memiliki keinginan kuat untuk memberikan contoh kepada masyarakat agar memanfaatkan lahan sempit di sekitar rumah sebagai sumber pangan keluarga.

“Harapan saya, masyarakat minimal punya satu atau dua polybag atau pot di depan rumah untuk menanam cabai, sayuran atau tanaman produktif lainnya. Kalau banyak warga melakukan hal yang sama, tentu akan membantu ketahanan pangan keluarga,” katanya.

Upaya tersebut mendapat respons positif dari warga. Program yang awalnya berkembang di satu lingkungan kini mulai diikuti sejumlah RT lain. Bahkan kawasan P2B terus berkembang dengan dukungan berbagai fasilitas pertanian dan perikanan yang dibangun secara bertahap.

Saat ini, lokasi P2B tersebut telah memiliki empat lahan pertanian produktif, empat unit hidroponik, serta enam kolam budidaya yang dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan pangan keluarga dan masyarakat sekitar.

Menariknya, setelah berkembang dan berjalan baik, pengelolaan kegiatan tersebut kini sepenuhnya diserahkan kepada kelompok PKK RW setempat. Sementara Jufri Kora memilih berperan sebagai pembina yang terus memberikan pendampingan dan arahan.

“Kegiatan tersebut saya serahkan kepada kelompok PKK RW untuk dikelola, sedangkan saya hanya sebagai pembina,” ungkapnya.

Jufri juga menegaskan bahwa pembangunan kawasan tersebut sejak awal bukan dilakukan untuk mengejar prestasi perlombaan. Baginya, yang terpenting adalah menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

“Sebenarnya bukan karena ingin ikut lomba. Kami hanya ingin memanfaatkan lahan yang tidak terurus menjadi lebih bermanfaat. Namun setelah berjalan, ternyata ada penilaian di tingkat Polres dan lokasi ini dipilih sebagai yang terbaik sehingga dipercaya mewakili Bangkalan ke tingkat Polda Jawa Timur,” tuturnya.

Bagi Jufri, keberhasilan tersebut bukan sekadar pencapaian dalam sebuah kompetisi. Lebih dari itu, keberadaan Pekarangan Pangan Bergizi diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk memanfaatkan setiap jengkal lahan yang ada demi memperkuat ketahanan pangan keluarga.

“Dari tempat yang kotor dan menakutkan, saya ingin menjadikannya tempat yang menyenangkan, sejuk dan memberikan manfaat bagi banyak orang. Itu yang menjadi kebanggaan saya,” pungkasnya.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa ketahanan pangan tidak selalu bergantung pada bantuan program pemerintah. Dengan kemauan, kreativitas, semangat gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan, lahan yang sebelumnya tidak bernilai dapat berubah menjadi sumber pangan produktif sekaligus ruang edukasi bagi masyarakat.

(Anam klikku.id)

61

Baca Lainnya