Daerah Pemerintahan

Rabu, 16 Maret 2022 - 18:33 WIB

4 tahun yang lalu

logo

Ketua DPRD Sampang, Moh. Fadol Didampingi Beberapa Anggota Dewan Menemui Pendemo (Photo : Anaf/Klikku.net)

Ketua DPRD Sampang, Moh. Fadol Didampingi Beberapa Anggota Dewan Menemui Pendemo (Photo : Anaf/Klikku.net)

Didesak PMII Bentuk Pansus, DPRD Sampang Gelar Rapat Dadakan

Sampang | klikku.net – Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh puluhan mahasiswa dari Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sampang, terkait carut marutnya penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) BPNT mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, untuk segera membentuk panitia khusus (Pansus).

Dalam aksi tersebut, mahasiswa meminta ketua DPRD Sampang segera keluar untuk menemuinya. Selang beberapa menit berorasi, ketua DPRD Moh. Fadol dengan didampingi oleh Sekretaris Komisi I, H. Aulia Rahman, dan Fauzan Adiman, menemui pendemo.

“Kita ke sini untuk menagih janji DPRD, Pansus Bansos BPNT/Sembako harus segera dibentuk, karena banyak temuan di bawah yang mengarah kepada penyelewengan bantuan, semisal warga miskin yang seharusnya menerima uang tunai Rp 600 ribu, ternyata hanya diganti dengan 50 butir telur,” teriak orator di depan kantor DPRD Sampang, sembari menyambut kedatangan ketua DPRD, Rabu (16/3/2022).

Sempat terjadi debat panas antara mahasiswa dan ketua DPRD. Pasalnya, pendemo merasa kecewa dengan kinerja legislatif yang tidak kunjung membentuk pansus.

“DPRD harus membentuk Panitia Khusus (Pansus) pada hari ini. Kami juga meminta semua fraksi sepakat untuk memberantas bersama-sama kasus bansos ini,” pinta mahasiswa pada ketua DPRD.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Sampang, Moh. Fadol mengatakan, aspirasi PC PMII terkait carut marutnya Bantuan Sosial (Bansos) sudah digulirkan ke anggota.

“Dengan seperti itu, ini sudah memenuhi syarat untuk dipansuskan, namun pansus ini masih ada prosesnya, mohon bersabar,” ucap Fadol.

Pada saat itu, pendemo mulai berteriak dan mendesak DPRD untuk segera membentuk pansus. Hingga membuat H. Aulia Rahman, selaku sekretaris komisi I yang saat itu ikut menemui pendemo langsung mengajak ketua dan anggota DPRD lainnya untuk segera mengadakan rapat.

“Ayo segera masuk, tuntutan adik-adik mahasiswa harus segera ditanggapi, jangan dibiarkan. Segera masuk adakan rapat, kasihan adik mahasiswa berpanas-panasan,” ajak H. Aulia dengan nada marah, sambil berjalan masuk ke dalam kantor, dan diikuti oleh yang lainnya.

Sementara, pendemo mengijinkan DPRD mengadakan rapat, pihaknya menunggu diluar kantor dewan dengan memberi estimasi waktu 15 menit. Karena, para legislatif tidak kunjung kembali, aksi saling dorong antara pendemo dan petugas pengamanan tidak bisa dihindari, hingga pintu gerbang kantor DPRD sisi utara rusak lantaran sejumlah mahasiswa, memaksa menerobos masuk gedung dewan.

Tidak lama kemudian, Ketua DPRD dengan beberapa anggota dewan lainya kembali menemui pendemo dan duduk bersila bersama. Di depan mahasiswa, Moh Fadol ketua DPRD Sampang menjelaskan, rapat tahapan pembentukan Pansus sudah dilakukan. Yakni 3 Fraksi sudah menandatangani diantaranya Fraksi Demokrat, PKB dan Gerindra.

“Kepada adik-adik mahasiswa kami jelaskan, bahwa pembentukan pansus ini, ada mekanismenya yang harus dilalui. Karena DPRD Sampang merupakan lembaga politik yang tidak bisa memutuskan sendiri atau kolektif kolegial sesuai keputusan bersama,” jelas Fadol dihadapan pendemo.

Tak hanya itu, politisi PKB ini mengaku mengakomodir tuntutan mahasiswa. Karena tahap awal pembentukan pansus sudah dilakukan.”Proses awal sudah memenuhi syarat untuk pembentukan pansus, selanjutnya Banmus dan Paripurna, mari kita hormati regulasi,” kata Fadol.

Mendapat penjelasan dari ketua dewan, massa akhirnya bubar tetapi sebelum meninggalkan lokasi para mahasiswa mengancam akan melakukan aksi serupa jika Pansus tentang carut marutnya Bansos dan mafia bansos di Sampang tidak segera terbentuk.


Reporter : Anaf

848

Baca Lainnya