Pariwisata Peristiwa

Minggu, 8 Mei 2022 - 08:46 WIB

4 tahun yang lalu

logo

Menko PMK Minta Pengelola Tempat Wisata Pastikan Kelayakannya Sebelum Beroperasi

Surabaya | klikku.net – Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyampaikan, bahwa pengelola tempat wisata, khususnya terkait dengan wahana-wahana yang memiliki resiko, harus dicek kesiapan dan kelayakannya sebelum beroperasi.

Hal ini ia sampaikan, usai menjenguk korban ambrolnya seluncuran di Waterpark Kenjeran Surabaya, Minggu (8/5/2022).

Menurutnya, libur lebaran pada tahun ini menjadi puncak membludaknya tempat pariwisata dari serbuan para pengunjung.

“Tolong dicek kondisi wahana yang dimiliki, ada resiko atau tidak. Lalu dicek juga kalibrasi dan standar kelayakan operasionalnya,” ujarnya.

Ia juga menekankan pada pihak penjaga wahana. Agar lebih maksimal dan tegas dalam melakukan pengawasan.

Meski bukti dari kepolisian belum menunjukkan, bahwa insiden naas itu diakibatkan kelebihan beban. Muhadjir menegaskan kepada pengelola wahana, untuk taat dengan prosedur dan standartnya masing-masing.

“Jangan sampai penggunaannya melampaui prosedur. Apalagi wahana ini banyak anak-anak. Mereka pasti banyak ulah saat bermain. Jadi harus ketat dan tegas,” ungkapnya.

Muhadjir berharap, musibah ini menjadi terakhir kalinya di tempat wisata. Karena pihak pemerintah menargetkan lebaran tahun ini menjadi titik balik dari kerangkeng pandemi.

“Titik balik itu, adalah dibukanya kembali ruang umum atau ruang publik, yang salah satunya adalah tempat wisata,” tambahnya.

Muhadjir juga menyebut, pasien yang ada di RSUD dr. Soetomo mengalami kondisi yang cukup serius. Sehingga memerlukan tindak lanjut dan penanganan untuk dioperasi.

Sedangkan pasien yang dirawat di RSD dr. Soewandi, kondisinya cukup baik. Dan beberapa diantaranya, sudah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit.

“Yang cukup berat kondisinya memang di RSUD Dr. Soetomo. Tapi saya percaya, bahwa penanganan dokter di sini akan maksimal dan mereka semua juga kompeten,” ujarnya.

Dalam kegiatan itu, Muhadjir ditemani Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Walikota Surabaya Eri Cahyadi, dan Direktur Utama RSUD dr. Soetomo dr. Joni Wahyuhadi. @Nto tze


 

247

Baca Lainnya