Surabaya | klikku.net – Plt Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, mengapresiasi panitia penyembelihan hewan Qurban di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS), yang mengedepankan kesehatan dan kebersihan.
Hal ini disampaikan Emil, saat meninjau proses pemotongan dan pengemasan daging hewan Qurban di MAS, Senin (11/7).
“Hal ini sangat penting, mengingat penyembelihan hewan Qurban pada Idul Adha 1443 H tahun 2022 ini, dibayangi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan. Kami melihat bahwa proses dan pelaksanaannya di sini, mengedepankan kebersihan dan kesehatan,” ujarnya.
Menurut Emil, panitia Qurban di MAS juga menerapkan sejumlah peraturan khusus, terhadap hewan Qurban sebelum disembelih. Yakni baik penyembelihan hingga pemotongan hewan Qurban, tidak diperlihatkan kepada hewan ternak lainnya.
“Jadi ini lebih baik secara adab dan psikologis, untuk hewan-hewan ternaknya ini,” imbuhnya.
Emil juga memberikan apresiasi terhadap anak-anak muda atau kamu milenial, yang turut dilibatkan dalam proses penyembelihan hewan Qurban, hingga pemotongan dan pengemasannya. Serta kerja keras petugas veteriner, yang memastikan hewan dalam keadaan sehat dan aman dikonsumsi, baik sebelum dan setelah disembelih.
“Termasuk petugas veteriner yang melakukan pemeriksaan pada organ dalam hewan Qurban, setelah disembelih. Alhamdulillah sejauh ini tidak ditemukan indikasi-indikasi penyakit, yang tentunya berdampak kepada konsumen,” tuturnya.
“Ini pertanda yang bagus, bahwa kualitas-kualitasnya baik. Dan mudah-mudahan begitu pula yang berlaku di seluruh penjuru tempat penyembelihan hewan di Jawa Timur,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua Badan Pelaksana MAS Dr H Mohammad Sudjak MAg menyatakan, tahun ini MAS mengumpulkan 26 ekor sapi dan 57 ekor kambing.
“Alhamdulillah, meski dibayangi wabah PMK, ternyata animo masyarakat untuk berqurban sangat tinggi. Dibanding tahun lalu, hewan Qurban di MAS justru ada peningkatan sekitar 68%,” ujarnya.
“Semuanya kami bagi kepada warga di sekitar MAS, melalui kelurahan, RW dan RT. Karena ini masih pandemi. Jadi kami tidak membagi langsung pada masyarakat. Karena takutnya akan timbul kerumunan. Melainkan kami antar ke kelurahan masing-masing, berdasarkan data dari RT dan RW,” pungkasnya. @Nto tze
