Pendidikan Peristiwa

Minggu, 9 Oktober 2022 - 08:15 WIB

4 tahun yang lalu

logo

Inovasi untuk Mitigasi Banjir, ITS Ciptakan Penakar Hujan Otomatis

Surabaya | klikku.net – Inovasi teknologi yang semakin maju,, memberikan solusi di berbagai macam permasalahan. Seperti halnya tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), yang menciptakan alat penakar hujan otomatis pada lingkungan sekitar.

Nantinya, alat ini akan mengakomodasi warga dalam memitigasi banjir yang sering terjadi di lingkungan sekitarnya.

Menurut Ketua Pelaksana KKN Muhammad Hafiizh Imaaduddiin MT, ide pembuatan inovasi alat ini awalnya timbul karena rendahnya elevasi rumah warga di Desa Tambaksumur, Kabupaten Sidoarjo.

“Selain itu, semakin bertumpuknya limbah cair dari bertumbuhnya perumahan di sekitarnya. Hal ini menyebabkan terjadinya sedimentasi dan kenaikan muka air pada saluran. Dengan permasalahan tersebut perlu adanya pembersihan dan pemantauan rutin saluran drainase warga,” ujar dosen yang biasa disapa Hafiizh ini.

Ia menambahkan, untuk memantau keadaan saat hujan, tim KKN yang dipimpinnya tersebut terdiri dari 10 dosen dan 32 mahasiswa dari Fakultas Vokasi; Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian (FTSPK) dan Fakultas Sains dan Analitika Data (FSAD) ini, menciptakan Automatic Rainfall Recorder (ARR) dan Automatic Water Level Recording (AWLR). Tim KKN . “Dengan alat ini warga dapat mandiri dan sigap dalam melawan banjir,” tegas Hafiizh memastikan.

Lebih lanjut, dosen Departemen Teknik Infrastruktur Sipil (DTIS) ini mengungkapkan, untuk penempatan kedua alat itu pun perlu diperhitungkan. Oleh karena itu, tim pemetaan mahasiswa KKN melakukan langkah survei dan pengukuran topografi. Hal ini untuk menentukan titik efektif dalam menempatkan kedua alat tersebut.

ARR ditempatkan pada salah satu atap warga yang kemudian akan menampung air. Dan melaporkan berbagai macam data saat hujan, melalui aplikasi yang sudah terpasang di smartphone warga.

Hafiizh menerangkan, saat penampung air ARR penuh, maka akan menampilkan data tinggi dan durasi hujan, serta timbul genangan air setinggi berapa.

Di sisi lain, AWLR ditempatkan pada salah satu saluran drainase perumahan warga. Hal ini dikarenakan AWLR akan berfungsi sebagai pemantau muka air saluran warga dengan sistem Internet of Things (IoT).

Terdapat aplikasi smartphone yang dapat digunakan oleh warga secara realtime keadaan saluran saat hujan. “Sehingga dengan adanya aplikasi internet, para warga tidak perlu datang ke lokasi untuk melihat keadaan saluran saat hujan,” tuturnya.

Hafiizh mengungkapkan, KKN ini merupakan kegiatan kolaborasi lintas bidang ilmu. Dengan pemahaman Hafiizh dan mahasiswa DTIS akan curah hujan dan topografi dalam lingkup Teknik Sipil, yang kemudian didukung dengan ilmu mahasiswa dari Teknik Elektro Otomasi dan Teknik Instrumentasi ITS dalam merancang ARR dan AWLR. Sehingga diharapkan dapat secara maksimal membantu para warga Desa Tambaksumur.

Dengan adanya kedua alat tersebut, diharapkan warga mampu melakukan upaya mitigasi saat hujan turun. Ditambah dengan adanya aplikasi yang sudah terintegrasikan dengan ARR dan AWLR, yang mampu memudahkan warga mengupayakan mitigasi banjir.

“Harapannya, dalam jangka panjang akan terbentuk kesigapan warga dalam melawan banjir,” pungkasnya optimistis. @Nto tze


 

386

Baca Lainnya