Surabaya | klikku.net – Dua pemain film Like & Share, Aurora Ribero dan Aulia Sarah, bersama Gina S. Noer sang sutradara, menyapa pecinta film di Surabaya, Minggu (4/12). Mereka juga mengajak media dan influencer untuk nobar di bioskop Royal Plaza.
Mereka hadir ke Surabaya, untuk mempromosikan film Like & Share kepada masyarakat, sebelum diputar secara resmi di bioskop seluruh Indonesia, pada 8 Desember 2022.
Menurut Gina, film produksi Starvision Plus bergenre drama dengan durasi 112 menit ini, mengangkat isu kekerasan seksual pada perempuan.
“Perempuan kerap menjadi obyek atau kekerasan seksual. Baik di dunia nyata, maupun dunia maya. Sayangnya, sistem hukum di Indonesia, tidak jarang menjadikan korban, justru pada posisi pelaku,” ujarnya.
“Karena itu, film Like & Share dibuat dengan kehati-hatian. Saya cukup banyak berdiskusi dengan para penyintas, keluarga dan sahabat dari penyintas. Kami juga orangtua, keluarga, dan pendidik, yang tak ingin anak, saudara, dan murid kami, menjadi korban, pelaku dan bystander,” tambahnya.
Ia juga berharap film ini bisa diterima masyarakat, serta para pembuat kebijakan. Bukan hanya untuk membuka diskusi di ranah privat. Tetapi juga untuk mengawal kebijakan publik yang baik dan berpihak kepada korban, terlepas apapun gendernya. Sebab persoalan ini, membutuhkan kerjasama semua pihak.
Sebagai pemeran Lisa, Aurora berharap film Like & Share bisa membangkitkan kesadaran dan kepedulian masyarakat, khususnya pada isu kekerasan seksual terhadap perempuan.
“Saya berharap film ini bisa membuka hati kita semua, untuk peduli dan berempati pada korban. Selain itu, kita juga harus bijak dalam bermedia sosial,” ujarnya.
Sementara itu, Aulia menuturkan jika karakter Fita adalah sosok yang sangat menantang baginya.

“Ini adalah pertama kalinya, saya memerankan sosok penyintas kekerasan seksual. Dimana Fita harus berjuang dan berhasil berdamai dengan diri dan masa lalunya, untuk move on dan melanjutkan hidup. Saya bisa merasakan berat dan susahnya menjadi penyintas,” ujarnya.
Ia juga berharap, pesan moral yang ingin disampaikan film ini, bisa ditangkap masyarakat. “Semoga bisa membangkitkan kepedulian masyarakat, untuk menjadi support system bagi korban kekerasan seksual,” pungkasnya. @Nto tze
