Pendidikan

Jumat, 6 Januari 2023 - 20:12 WIB

4 tahun yang lalu

logo

Dua Karya Seni Mahasiswa ITS Menyabet Penghargaan IOAF 2022 di Korea Selatan

Surabaya | klikku.net – Meski berkuliah di kampus berbasis sains dan teknologi, dua mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil memboyong penghargaan pada International Ocean Arts Festival (IOAF) 2022. Serta memamerkan karyanya di pameran berskala internasional di Jeju, Korea Selatan.

Mereka adalah Aqila Ramadhani dan Dima Noor Virgiani, mahasiswi dari Departemen Desain Komunikasi Visual (DKV). Yang berhasil memboyong penghargaan pada kategori International College Students Starfish Award. Aqila Ramadhani dengan perolehan Silver Award. Sementara Dima Noor Virgiani dengan perolehan Bronze Award.

Karya Dima yang bertajuk To Be Honest, To Be Yourself, menarik perhatian juri, karena menggunakan vektor pada karya yang dibuatnya. “Karena saat ini vektor sudah mulai ditinggalkan oleh para penggiat desain,” ungkapnya, Jumat (6/1).

Pada karya digitalnya tersebut, mahasiswi angkatan 2020 ini menjabarkan keinginannya mengajak orang-orang untuk menjadi dirinya sendiri. “Saya ingin agar orang-orang menerima dirinya sendiri, terlepas dari apapun yang mereka miliki dengan jujur. Disertai dengan kesadaran mengenai alam dan lingkungan sekitar,” terangnya.

“Karena apapun yang dilakukan manusia, pasti akan berdampak pada lingkungan sekitar. Untuk itu, saya harap karya ini bisa membujuk orang-orang untuk lebih menghargai lingkungan,” tuturnya.

Sementara itu, Aqila membuat karya bertajuk Not Born to Perform secara manual. Karyanya menggambarkan ironi atas eksploitasi paus orca yang sering dipekerjakan di taman hiburan.

Ia menuturkan, paus orca ditangkap, dibunuh, dan dipisahkan dari habitatnya untuk dijadikan “boneka pertunjukan” oleh manusia.

“Paus orca dilahirkan bukan untuk menjadi penghibur manusia. Tetapi untuk menikmati kehidupan di alam bebas. Ironisnya, penangkapan ini biasanya menargetkan paus orca yang masih muda,” tandasnya.

Untuk menggambarkan kekhawatirannya terhadap tindak eksploitasi tersebut, Aqila menggambarkan sebuah paus yang terlilit benang dari tangan manusia. Benang tersebut digambarkan seolah mengikat dan menjebak sang paus akibat keserakahan dari manusia.

“Meskipun teknik yang saya gunakan sederhana. Saya percaya, pesan inilah yang berhasil mengantarkan saya meraih penghargaan,” pungkasnya. @Nto tze


 

693

Baca Lainnya