Surabaya | klikku.net – Ratusan kepala sekolah dan guru yang tergabung dalam Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-kanak (K3TK) Kecamatan Wonokromo Surabaya, melakukan kunjungan dalam rangka studi banding ke KBTK Al Falah Surabaya, Rabu (8/2).
Menurut Kepala KBTK Al Falah Surabaya Rina Rahayu, kegiatan ini bertujuan memberi inspirasi kepada para kepala sekolah dan guru-guru TK se-Kecamatan Wonokromo. Serta berbagi praktek baik yang selama ini telah diterapkan di KBTK Al Falah.
“Kegiatan ini kami bagi menjadi 9 sesi. Dimulai pembukaan dan penampilan para siswa. Dilanjutkan dengan pengamatan kegiatan siswa, seperti Happy Morning bermain pagi, kegiatan mengaji dengan metode Al Falah, serta pembelajaran Fonik atau Calistung,” ujarnya.

“Kemudian ada touring class, pengamatan kegiatan pembelajaran Sentra, Metode BCCT dengan kurikulum modifikasi antara Kurikulum Merdeka Belajar dan Bermain dengan Kurikulum Al Falah. Serta ditutup sesi presentasi program kegiatan pembelajaran KBTK Al Falah dan sharing session,” ungkapnya.
“Harapannya, kami bisa mengajak semua kepala sekolah & guru untuk sama-sama bersemangat menciptakan generasi Rabbani dan Qurani, berakhlaq mulia, berprestasi optimal, membersamai pendidikan dan pengasuhan ananda, dan bersinergi dengan orang tua siswa,” pungkasnya.

Ketua K3TK Kecamatan Wonokromo Waliyunufus mengatakan, bahwa kegiatan studi banding merupakan salah satu program K3TK.
“Tujuannya adalah untuk saling tukar ilmu dan mempelajari metode pembelajaran yang diterapkan di KBTK Al Falah. Hingga bisa diaplikasikan di sekolah masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, Penilik Sekolah Dinas Pendidikan Surabaya Mulyono menyatakan sangat mendukung program ini.
“Sesuai anjuran Kepala Dinas Pendidikan, bahwa semua kegiatan yang berhubungan dengan edukasi dan peningkatan mutu guru dan kepala sekolah, dilaksanakan di dalam kota Surabaya demi efisiensi dan efektivitas,” ujarnya.

“Di Kecamatan Wonokromo, banyak sekali lembaga pendidikan yang memiliki program yang lengkap. Salah satunya KBTK Al Falah, yang berprestasi nasional dan masuk dalam kategori sekolah ramah anak,” ungkapnya.
“Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi para kepala sekolah dan guru K3TK. Demi meningkatkan mutu pendidikan di sekolah masing-masing,” pungkasnya. @Nto tze
