BANGKALAN | klikku.id – Ketua Perkumpulan Jurnalis Bangkalan (Pejalan), Syaiful Anam, menilai workshop pelatihan pengelolaan dana BOS bagi kepala sekolah SDN di Kecamatan Tanah Merah menjadi langkah strategis dalam mendorong kualitas pendidikan yang lebih baik sekaligus mencegah potensi penyimpangan anggaran.
Menurutnya, optimalisasi penyerapan dana BOS tidak boleh hanya dipahami sebagai persoalan administratif, tetapi harus berdampak langsung pada siswa sebagai penerima manfaat utama.
“Yang paling penting dari dana BOS itu bukan sekadar terserap, tapi bagaimana setiap rupiah benar-benar kembali kepada siswa dalam bentuk kualitas pembelajaran yang lebih baik,” ujarnya kepada wartawan.
Anam menjelaskan, jika dana BOS dikelola secara optimal dan tepat sasaran, maka dampaknya akan sangat signifikan bagi siswa, mulai dari tersedianya buku dan media pembelajaran, lingkungan sekolah yang lebih layak, hingga meningkatnya kenyamanan belajar.
Ia juga menyoroti bahwa pengelolaan dana yang baik akan membuka ruang lebih luas bagi pengembangan prestasi siswa, baik akademik maupun non-akademik.
“Ketika fasilitas terpenuhi dan kegiatan pembinaan berjalan, siswa punya kesempatan lebih besar untuk berprestasi. Ini yang kita harapkan lahir dari sekolah-sekolah di Tanah Merah,” katanya.
Selain itu, Anam menegaskan bahwa transparansi pengelolaan dana BOS juga berkontribusi dalam mengurangi beban ekonomi orang tua, karena sekolah dapat berjalan tanpa pungutan tambahan.
“Kalau BOS dikelola benar, tidak ada alasan lagi munculnya pungutan liar. Ini penting agar siswa bisa belajar dengan tenang tanpa tekanan biaya,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menilai keterlibatan pemateri dari Dinas Pendidikan dan Inspektorat Bangkalan dalam workshop tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat pemahaman kepala sekolah, baik dari sisi teknis pengelolaan maupun aspek pengawasan.
“Ini bukan hanya pelatihan, tapi bentuk penguatan sistem. Dinas memberi arah kebijakan, Inspektorat menguatkan fungsi kontrol, sehingga kepala sekolah punya panduan yang jelas dan tidak salah langkah,” ujarnya.
Anam menambahkan, jika pengelolaan dana BOS dilakukan secara konsisten dan akuntabel, maka dampak jangka panjangnya akan sangat besar bagi pembangunan sumber daya manusia di daerah.
“Kita bicara masa depan. Dari sekolah-sekolah ini akan lahir generasi yang nanti menjadi pemimpin, penggerak ekonomi, dan tokoh masyarakat. Maka pengelolaan dana pendidikan harus benar-benar dijaga,” pungkasnya. (Red)
