Surabaya | klikku.net – Semarak menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1444 H, SD Al Falah Surabaya menggelar Pawai Ramadan yang diikuti ratusan siswa, Selasa (21/3).
Pawai dengan tema Melatih Ucapan, Hati dan Pikiran untuk Mengingat Allah SWT, diberangkatkan Kepala SD Al Falah Yuni Wahidah di belakang Masjid Al Falah Surabaya.
Menurut Yuni, kegiatan ini sebagai rangkaian acara Marhaban Ya Ramadhan yang digelar sekolah.
“Untuk pawai diikuti semua siswa kelas 1 hingga 5. Sementara untuk kelas 6, mengikuti pameran Unjuk Kerja & Karya (UKK), yang digelar di halaman sekolah,” ujarnya.

Ia menambahkan, UKK merupakan proyek karya siswa yang dibagi dalam beberapa tema. Diantaranya adalah kategori teknologi positif dan produktif, wawasan sosial & budaya, hidup sehat & seimbang, daur ulang, dan budidaya.
“Proyek ini telah dikerjakan para siswa, sejak 4 Januari 2023, atau awal semester genap. Dalam waktu sekitar 2,5 bulan ini, mereka memilih tema, mengikuti bimbingan, mengerjakan karya secara fisik, presentasi, dan puncaknya adalah pameran pada hari ini,” tuturnya.
Pihaknya juga mengundang wali siswa, untuk memberikan apresiasi pada karya anak-anak nya.
“Setiap wali siswa kami minta untuk memberikan vote untuk karya terbaik. Dan karya anak-anak yang mendapatkan vote terbanyak, akan mendapatkan penghargaan dari sekolah,” ungkapnya.

Yuni menegaskan, proyek UKK ini bertujuan menumbuhkan nalar kritis dari siswa. “Agar mereka peduli dengan permasalahan lingkungan sekitarnya. Kemudian memberikan solusi sederhana sebagai kontribusi pada lingkungan. Hebatnya lagi karya-karya mereka, ternyata juga memiliki nilai ekonomi yang bisa dikembangkan,” ujarnya.
“Ada yang membuat sapu dan vakum elektrik, semprotan anti nyamuk, alat deteksi banjir, minuman rambut jagung untuk diet, serbuk daun kelor, nugget tempe, es krim brokoli, tas berbahan jeans bekas, hiasan dari koran bekas, dan lain sebagainya,” pungkasnya.
Selain Pawai Ramadan dan pameran UKK. Pihak sekolah juga membagikan 510 paket sembako bagi warga pra sejahtera, pedagang kaki lima, pegawai internal sekolah, dan marbot masjid. @Nto tze
