Peristiwa

Selasa, 9 Mei 2023 - 22:43 WIB

3 tahun yang lalu

logo

Pemprov Jatim Pastikan Kesiapan Haji Embarkasi Surabaya

Surabaya | klikku.net – Guna memastikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji, Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa terus melakukan pemantauan. Dengan terus bersinergi dan memperkuat koordinasi bersama Kementerian Agama Jatim.

Di antaranya dengan menghimpun seluruh data, mulai dari jemaah yang masuk, klasifikasi usia para jemaah, pemondokan, dan catering.

Rencananya, Asrama Haji Surabaya Embarkasi Surabaya akan menampung 84 kloter, yang berasal dari Jatim sebanyak 35.152 jemaah, Bali ada 698 jemaah, dan Nusa Tenggara Timur sebanyak 668 jemaah. Dengan total jemaah dan petugas sebanyak 36.938 orang.

“Kami berusaha membantu tim Kanwil Kemenag Jatim, untuk mempersiapkan diri menyambut para Tamu Allah yang akan melaksanakan ibadah Haji tahun ini,” ujar Khofifah, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (9/5).

“Alhamdulillah kita mendapatkan kuota 35.152 jemaah, dari total kuota haji Nasional tercatat 221.000 jemaah di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Sesuai jadwal, jemaah haji Embarkasi Surabaya akan mulai masuk dan datang di Asrama Haji Surabaya di Sukolilo, pada tanggal 23 Mei 2023. Dengan awal pemberangkatan jemaah haji ke Tanah Suci pada tanggal 24 Mei 2023.

Dalam sehari, Asrama Haji Surabaya bisa menerima 4 kloter secara bergantian, sesuai jadwal Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) daerah. Yang dapat menampung sekitar 1.800 jemaah setiap harinya.

Untuk jumlah tempat tidur, data Kanwil Kemenag Jatim mencatat, total tempat tidur yang disiapkan sejumlah 2.615 tempat tidur.

Perihal konsumsi jemaah haji selama di Asrama Haji, seluruh petugas akan menyesuaikan. Agar kecukupan dan nilai gizi makanan jemaah terjamin.

Selain itu, Pemprov dan Kemenag Jatim juga memastikan seluruh jemaah maupun petugas haji, sudah mendapatkan vaksin meningitis. Yang menjadi prasyarat menunaikan ibadah haji.

“Seluruh kesiapan kita lakukan cek dan ricek. Termasuk pemberian vaksin meningitis kita pantau dan monitor setiap saat,” tutur Khofifah.

“Kita juga berharap, para petugas, tenaga kesehatan, dan ketua kloter, bisa memberikan pembinaan dan layanan sebaik mungkin. Agar para jemaah bisa mendapatkan kenyamanan dalam beribadah. Semoga seluruh ikhtiar ini akan memberikan keberkahan bagi Jawa Timur dan Indonesia,” pungkasnya.


 

280

Baca Lainnya