Ekonomi Bisnis Pemerintahan

Kamis, 22 Juni 2023 - 08:22 WIB

3 tahun yang lalu

logo

Kawasan Dolly Diproyeksikan Jadi Pusat Ekonomi Kreatif Surabaya

Surabaya | klikku.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan merevitalisasi total kawasan Dolly bekas lokalisasi, menjadi pusat ekonomi kreatif pada tahun ini.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut, perombakan Dolly termasuk bagian dari Sister City Surabaya-Liverpool dalam program Future City.

Menurutnya, Dolly nantinya bukan cuma menjadi pusat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), tapi juga menjadi semacam wisata masa depan yang menerapkan kemajuan teknologi.

“Jadi, ada beberapa bentuk bangunan yang akan kami ubah. Ada tempat jualan yang kami latih. Rumah-rumah yang kami beli nanti ada yang dijadikan sebagai tempat menjual merchandise dan pemutaran film “Dolly Saiki” jadi Dolly zaman dahulu hingga zaman sekarang,” ungkap Eri, usai menemani Duta Besar Inggris untuk Indonesia Owen John Jenkins dan Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki, di kawasan Dolly, Surabaya, Rabu (21/6).

Dolly, sambung Eri, diharapkan jadi tempat berkumpul anak muda sekaligus bentuk nyata Future City dengan berbagai kemajuan teknologi.

“Jadi tempat kongkow dan tempatnya anak muda kreatif, ekonomi kreatif akan kami jadikan di sini. Kemudian nanti ada CSR menghilangkan listrik dan diganti solar panel. Ada banyak kegiatan yang kami lakukan, ini bentuk nyata Future City,” tambahnya.

Pengerjaan program itu akan segera dimulai, dan ditargetkan tuntas tahun ini. Sementara Sister City lainnya yaitu Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) yang akan dibuat mirip Stadion Anfield, rencananya direalisasikan tahun depan.

Dubes Inggris untuk Indonesia Owen John Jenkins berharap program Future City akan tetap berlanjut walau masa tugasnya selesai akhir tahun ini.

“Saya berharap akan terus berlanjut karena proyek ini perlu pikiran dan ide baru untuk UMKM sebagai transformasi,” ucapnya.

Perubahan kawasan Dolly juga akan didukung Teten Masduki Menteri Koperasi dan UKM RI. Dia menyebut akan ada koperasi yang membeli semua produk UMKM kawasan Dolly.

“Pembiayaan nanti lewat koperasi, nanti koperasi akan membeli produk mereka. Koperasi mengedukasi dan kurasi, koperasi membeli tunai, koperasi yang memasarkan ke hotel. Jadi mereka tidak sendiri-sendiri,” terangnya.

Tujuannya, untuk memudahkan pemasaran produk UMKM lebih merata dan maju.

“Pelaku UMKM jangan jual sendiri-sendiri, kasihan mereka. Biar dibeli dulu oleh koperasi. Nanti kami akan kombinasi pembiayaan KUR dan pembiayaan koperasi,” imbuhnya.

Jika erhasil, Dolly akan jadi percontohan bagi kawasan serupa di kota besar lainnya.

“Ada banyak, ini problem di urban city seperti Bandung, Jakarta, di kota-kota besar lainnya. Ini jadi role model untuk kami kembangkan di kota-kota lain,” tandasnya.


 

535

Baca Lainnya