Pendidikan

Jumat, 30 Juni 2023 - 13:48 WIB

3 tahun yang lalu

logo

Peneliti Unair Wakili Indonesia dalam Lindau Nobel Laureate Meeting 2023 di Jerman

Surabaya | klikku.net – Universitas Airlangga (Unair) kembali menunjukkan kiprah sebagai world class university. Ini setelah salah satu penelitian yang, yakni Prof Dr Fedik Abdul Rantam, DVM., mewakili Indonesia dalam ajang The 72th Lindau Nobel Laureate Meeting di Lindau, Jerman, Senin (26/6).

Lindau Nobel Laureate Meeting (LNLM) merupakan sebuah ajang bergengsi bagi para peneliti dan ilmuwan seluruh dunia di tingkat internasional.

Dalam gelaran bergengsi itu, Prof Fedik terpilih menjadi delegasi peneliti Indonesia. Dia mengaku sangat bersyukur dan bangga. Sebab, setiap peneliti hanya memiliki satu kali kesempan untuk bisa hadir dan terlibat dalam gelaran tersebut.

“Alhamdulillah, saya bisa sharing bersama peneliti muda terbaik dari berbagai negara. Serta bisa berdiskusi langsung dengan para penerima nobel. Yang istimewa, kami para peneliti hanya mendapat satu kesempatan seumur hidup untuk bisa terlibat,” ujarnya, Jumat (30/6).

Dia memaparkan, untuk bisa terpilih, para peneliti dari Indonesia harus mengikuti kurasi dan seleksi dari Kemendikbud-ristek.

“Setelah dinyatakan lolos seleksi, Kemendikbud-ristek akan mengirimkan data kepada Yayasan Lindau Nobel Laureate Meetings. Dimana yayasan inilah yang mengambil keputusan akhir, siapa-siapa sakan peneliti yang bisa hadir dan terlibat,” ungkapnya.

Prof Fedik menambahkan, dia mengajukan presentasi dengan tajuk Indonesia in Overcoming Covid-19 Pandemic and Domestic Vaccine Development. Yang memaparkan cara Indonesia mengatasi pandemi Covid-19, salah satunya adalah mengembangkan vaksin Merah Putih inisiasi para peneliti Unair.

“Alhamdulillah, vaksin Merah Putih mendapat respons baik dari para peserta lain. Mereka tertarik dengan keunggulan vaksin kita dan juga bagaimana menentukan isolate sebagai unit seed vaccine,” ujar Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Vaksin Unair itu.

Selain itu, Pakar Ilmu Virologi dan Imunologi Unair itu, juga menyampaikan dalam LNLM 2023, bahwa ia bersama timnya, tengah menyiapkan vaksin generasi kedua yaitu cocktail vaccine.

“Meski kini Indonesia telah berstatus endemi. Tetapi bukan berarti kasus penularan Covid-19 dapat diabaikan. Untuk itu, keberlanjutan dari penelitian vaksin ini tetap perlu kami lakukan, sebagai upaya preventif,” pungkasnya.

LNLM 2023 mengusung tema fisiologi dan keduanya kedokteran. Kegiatan ini dihadiri sekira 600 peneliti muda berprestasi dari berbagai penjuru dunia. Mereka terpilih untuk bisa bertatap muka langsung, dengan para penerima Nobel Prize.


 

313

Baca Lainnya