Surabaya | klikku.net – Duta Besar (Dubes) Prancis untuk Indonesia Fabien Penone mengunjungi Universitas Airlangga (Unair) untuk membahas kerjasama di sejumlah bidang, Selasa (18/7).
Kedatangan rombongan disambut Rektor Unair Prof Dr Mohammad Nasih SE MT Ak beserta jajaran, di Ruang Sidang Pleno Balairua, Lantai 4 Kantor Manajemen Kampus MERR-C Unair.
Dalam sambutannya, Prof Nasih menyampaikan bahwa Unair terus berupaya menjalin kerja sama bidang akademik, riset, dan pengabdian masyarakat, dengan berbagai mitra dari berbagai negara, termasuk Prancis.
“Saat ini Unair telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 10 institusi di Prancis,” ujarnya.
Sementara itu, Fabien Panone mengungkapkan ketertarikannya untuk bekerja sama dengan institusi-institusi pendidikan di Indonesia, termasuk Unair. Khususnya, untuk menyelesaikan isu-isu global, serta untuk memperkuat perekonomian global.
“Kami membutuhkan partner kerja sama yang solid, untuk menyelesaikan isu-isu dan memperkuat perekonomian global. Indonesia menjadi salah satu negara yang memang telah ada dalam prioritas Prancis,” ungkapnya.
‘Unair menjadi salah satu perguruan tinggi yang telah memberikan banyak kontribusi penting bagi Indonesia. Untuk itu, kerja sama menjadi salah satu langkah penting yang harus segera dilakukan oleh kedua belah pihak,” tambahnya.

Fabien menuturkan, bahwa salah satu bentuk kerja sama yang telah terjalin sejak 2017 hingga 2022 antara Unair dengan Prancis, adalah pertukaran mahasiswa dan akademisi.
“Program pertukaran mahasiswa tentunya menjadi salah satu potensi kerja sama yang akan kita jalankan lagi. Nantinya Prancis akan menyediakan program untuk mengundang mahasiswa Unair untuk mempelajari dan memahami budaya Prancis,” terang Fabien.
Selain itu, kolaborasi bidang riset sains, sosial humaniora, dan kesehatan, juga menjadi salah satu kerja sama yang sangat menjanjikan antara Unair dengan Prancis.
Saat ini, salah satu kerja sama yang akan segera berlangsung adalah program bertajuk Photography and New Media Education for Youth Empowerment yang akan berlangsung 2-15 September 2023.
“Program tersebut merupakan kerja sama antara Wisma Jerman dengan IFI Surabaya. Dalam program ini, Unair melalui World University Association for Community Development (WUACD) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), berkesempatan menjadi penyelenggara utama,” pungkasnya.
