Surabaya | klikku.net – Universitas Airlangga (Unair) menyambut kedatangan ratusan peserta Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) 3 tahun 2023.
Kegiatan tersebut digelar di Aula Garuda Mukti, gedung Rektorat Kampus MERR-C Unair. Dan disambut langsung Rektor Unair Prof Dr Mohammad Nasih SE MT Ak, Sabtu (2/9).
PMM adalah program pertukaran mahasiswa dalam negeri selama satu semester, dari satu klaster pulau ke klaster pulau lainnya. Selama satu semester itu, mahasiswa peserta program ini, bisa memilih perguruan tinggi dan program studi tujuan, sesuai dengan keinginan masing-masing.
Dalam sambutannya, Rektor Prof Nasih meminta peserta PMM 3 di Unair, untuk memanfaatkan kesempatan belajar ini dengan baik.
“Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Jadilah mahasiswa yang jujur dan rendah hati. Teruslah belajar, dan tetap patuhi peraturan-peraturan yang berlaku di lingkungan Unair,” ujarnya.
Sementara itu, dalam laporannya, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Prof Dr Bambang Sektiari Lukiswanto DEA drh mengatakan, bahwa ini merupakan kali ketiga Unair melaksanakan PMM yang digagas Kemdikbudristek.
“Alhamdulillah, pesertanya selalu meningkat. Pada 2023 ini, Unair menerima sebanyak 390 peserta, baik untuk jenjang sarjana maupun diploma. Ini menjadikan Unair sebagai perguruan tinggi dengan jumlah peserta PMM 3 terbanyak kedua di Indonesia, setelah Unpad,” ungkapnya.
Bambang menambahkan, dalam program ini Unair mengutamakan keberagaman dan kebangsaan. Sehingga peserta yang hadir di Unair, berasal dari seluruh Nusantara.
“390 mahasiswa peserta berasal dari 95 perguruan tinggi, 26 provinsi, dan 48 kabupaten/kota. Terdiri dari 302 mahasiswa putri dan 88 mahasiswa putra. Serta 292 mahasiswa akademik dan 98 mahasiswa vokasi,” pungkasnya.

Sementara itu, untuk mendukung konsep Eco Green Campus yang tengah dijalankan Unair. Setiap peserta PMM 3 mendapatkan fasilitas berupa botol tumbler. Yang bisa digunakan selama beraktivitas di lingkungan kampus.
“Untuk keperluan minum, mahasiswa peserta kami berikan botol tumbler. Jadi untuk kegiatan apapun, harus membawa botol tumbler yang sudah kami berikan. Ini sebagai upaya Unair, untuk mengurangi sampah plastik. Kebiasaan ini harus kita tularkan dan jaga bersama,” ujar Direktur Pendidikan Unair Prof Dr Sukardiman MS Apt.
Dia menambahkan, dalam program PMM 3 ini, mahasiswa peserta akan mendapatkan fasilitas pembelajaran berupa 16 modul nusantara, dengan tema yang berbeda-beda.
“Kali ini, modul nusantara yang diusung Unair, mengangkat tema Merawat Keragaman dan Potensi Wilayah Pesisir di Jawa Timur. Akan ada total 16 kali pertemuan, yang akan dilalui oleh peserta PMM 3 dalam modul ini,” ungkapnya.
Selain menerima mahasiswa peserta program PMM 3. Dalam kesempatan yang sama, Unair juga melepas 31 mahasiswanya, untuk mengikuti program serupa ke kampus lain.
Rektor Prof Nasih juga berpesan, agar mahasiswa Unair dapat belajar dan menimba ilmu dengan baik, di kampus tujuan.
“Jaga diri baik-baik. Dan tetaplah menerapkan nilai-nilai luhur, yang selama ini sudah diajarkan di Unair. Serta ikuti pembelajaran di kampus tujuan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.
Dalam kegiatan ini, para mahasiswa peserta dan tamu undangan dihibur tarian tradisional, seperti tari remo hingga tari sparkling, yang dibawakan oleh Unit Kegiatan Tari Karawitan (UKTK) Unair.
Peserta juga diajak menyanyikan lagu Pasti Bisa yang dipopulerkan oleh Citra Scholastika, dan lagu khas Surabaya yaitu Rek Ayo Rek. @Nto tze
