Surabaya | klikku.net – Pusat Riset Keselamatan Pasien Universitas Airlangga (PUIPT Center Unair), menggelar 1st International Symposium on Patient Safety and Quality, di Surabaya, Senin (20/11).
Dalam kesempatan itu, PUIPT Center Unair juga menjajaki kerja sama dan menandatangani Memorandum of Agreement (MOA), dengan Institute for Patient Safety and Quality (IPSQ) Singapore, dibawah naungan Sing Health.
Pertemuan kedua pihak, dihadiri Center of Excellence for Patient Safety and Quality PUIPT Center Unair Inge Dhamanti SKM MKes MPH PhD. Serta Prof Tan Kok Hian, selaku Group Director and Senior Associate Dean of Sing-Health Institute for Patient Safety and Quality Singapore.
Dalam sambutannya, Inge menjelaskan bahwa PUIPT Unair merupakan PUIPT pertama, yang fokus pada mutu kesehatan dan keselamatan pasien.
“Kerjasama ini telah terjalin sejak 2022. Dan pihak IPSQ Singapore, bersedia untuk mendampingi dan memberikan dukungan kepada Unair untuk menjadi Center of Excellence yang bermutu,” ujarnya.
“Kami melihat IPSQ Singapore memiliki pengalaman yang mumpuni, dalam hal kesehatan dan keselamatan pasien. Hal ini menjadi peluang bagi Unair, untuk belajar dari IPSQ di Singapore,” ungkapnya.
Alumni La Trobe University itu melanjutkan, kerjasama PUIPT Unair dan IPSQ Singapore, akan berfokus pada kerjasama di capacity building. Guna mengembangkan kualitas pada tenaga kesehatan dan medis, riset serta transform teknologi.
“Selain dengan IPSQ Singapore, kami juga bekerja sama dengan Emergency Care Research Institute (ERCI) US. Dimana, ERCI merupakan salah satu organisasi ternama di US, yang juga fokus kepada keselamatan dan kesehatan pasien. Mereka juga menjadi salah satu organisasi resmi, yang mendapatkan izin untuk memberikan audit alat penunjang kesehatan,” tambahnya.
Inge berharap, dengan simposium internasional pertama ini, dapat menjadi langkah untuk memajukan Indonesia dalam keselamatan dan kesehatan pasien.
Selain itu, PUIPT Unair akan melakukan langkah strategis, guna meningkatkan mutu keselamatan dan kesehatan pasien.
“Harapannya, usaha dan kerja keras kami saat ini, dapat mengubah kualitas keselamatan dan kesehatan pasien di Indonesia, baik di nasional dan internasional. Serta tidak kalah dengan negara maju lainnya,” pungkasnya.
