Nasional Pendidikan

Jumat, 24 November 2023 - 14:31 WIB

3 tahun yang lalu

logo

Ciptakan Wadah Makanan Ramah Lingkungan, Mahasiswa Unair Raih Prestasi Nasional KMI Award Puspresnas

Surabaya | klikku.net – Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) meraih prestasi Nasional, dengan menjadi juara pertama pada KMI Award Puspresnas (Pusat Prestasi Nasional) 2023, untuk bidang manufaktur dan teknologi terapan.

Mereka adalah Rizky, Vany, Nicholas, Adriano, dan Ainurrofiq. Yang membuat inovasi berupa wadah makanan berbahan jerami, sebagai salah satu solusi dari masalah limbah lingkungan di masyarakat.

KMI Award 2023 merupakan ajang kompetisi Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia tingkat Nasional, yang digelar oleh Puspresnas pada 13 – 17 November 2023 di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, Bali.

Kompetisi ini diikuti lebih dari 2 ribu mahasiswa, yang berasal dari 378 universitas di seluruh Indonesia.

Menurut Rizky, saat kompetisi berlangsung, seluruh mahasiswa peserta lomba diwajibkan memasarkan produknya, di sebuah stand bazar yang disediakan.

“Kami juga diharuskan melakukan presentasi langsung di stand bazar tersebut. Dan langsung dinilai oleh pihak juri KMI Award,” ujarnya, Jumat (24/11).

Rizky menambahkan, sebelum mencapai ke tahap awarding yang diadakan di Bali. Setiap peserta harus melalui tahap seleksi, yang digelar sejak Maret hingga September 2023.

“Kami melakukan riset, dan terciptalah inovasi Eco-Chop, sebuah produk wadah makanan ramah lingkungan berbahan jerami. Kami bertujuan mengurangi limbah, sekaligus menyejahterakan para petani di sebuah desa di Trenggalek. Mereka adalah petani dengan hasil pertanian yang tidak seberapa. Kami beli jerami dari mereka, untuk memberi keuntungan lebih,” tuturnya.

Dia mengungkapkan, dalam KMI award, produk inovasi tidak hanya dinilai dari dampak yang diberikan pada masyarakat. Tetapi juga harus memperhatikan aspek sustainability.

“KMI Award fokusnya lebih ke bagaimana produk kita dapat sustain. Bukan hanya memecahkan masalah di masyarakat, tapi harus ada kemampuan untuk sustain,” sambungnya.

“Untuk itu, saat memproduksi Eco-Chop, kami tidak hanya memikirkan keuntungan. Tetapi juga memperhatikan keberadaan manusia dan alam yang harus dijaga.


 

135

Baca Lainnya