Malang | klikku.net— Kiat membangun desa ala beberapa Kepala Desa beraneka ragam dengan berawal dari modal yang dikucurkan oleh pemerintah diatasnya baik dari kabupaten hingga pemerintah pusat sehingga dari suntikan modal baik itu berupa anggaran negara maupun regulasi tinggal diramu oleh sosok kepala desa bersama pemdes serta masyarakat setempat.
Kiat demikian seperti halnya dengan yang diungkapkan oleh Hanik Dwi Martya Purwaningsih S.Fam M.AP Kepala Desa (Kades) Tunjungtirto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang saat momen kunjungan study tiru dari ratusan Kades Bangkalan.
“Memang untuk membangun destinasi icon inovasi itu 1 memang sistemnya harus siap dulu, sistem itu berarti kepala desa dan jajaran organisasi pendukung dan masyarakat, karena tidak mungkin satu ikon itu dibangun hanya singgle fighter oleh sosok kepala desa, maka kepala desa harus satu bisa memanfaatkan potensi talent dan semua potensi pendukung yang ada di sekelilingnya. Untuk menjadi sebuah inovasi salah satunya warung Puja Sera ini kenapa kok harus berdiri Pujasera karena satu potensi muda-mudinya ada lokasinya ada dan masyarakatnya juga mendukung itu yang saya maksud,” kata Hanik disela kegiatan study tiru itu berlangsung.
Menurutnya memang kepala desa harus betul-betul konsentrasi untuk menemukan apa yang bisa digali untuk di explore, kata Hanik setiap desa potensi pasti punya, dana cukup tinggal bagaimana eksekusinya,.

Dok Anam klikku.net.
“Maka kepala desa harus berjaring Pak, tidak bisa kepala desa itu diem terus kemudian menemukan sesuatu, memang harus berjaring berkomunikasi dengan akademisi praktisi para interten untuk menemukan itu agar bisa dikemas menjadi sebuah unit usaha,” kata Hanik menyampaikan keterangannya.
Kuncinya menurut Hanik para kepala desa tidak perlu takut menggunakan dana desa asal kata Hanik yang penting di dalamnya bahwa prinsip-prinsip penggunaan anggaran disana ada perencanaannya cukup, kemudian pelaksanaannya sesuai regulasi spj-nya bagus dan pertanggung jawabannya itu bisa dimanfaatkan masyarakat,

Dok Anam klikku.net.
“Saya yakin itu bukan bagian dari penyalahgunaan kewenangan, saya yakin itu adalah bagian dari innovasi dan satu lagi. Jangan lupa Desa ini diatur oleh parameter, ada klausul-klausul yang bisa dimanfaatkan kepala desa tanpa takut menggunakan Dana Desa (DD) karena disitu jelas pos kode rekening itu sudah jelas boleh untuk meningkatkan perekonomian desa,” ujar Hanik menambahkan keterangannya.
Dari penggunaan APBDes itu Hanik juga mengajak para kepala desa agar dilakukan secara transparan seperti diantaranya mulai uang itu ada direncanakan, untuk apa, siapa yang mengerjakan, hasilnya seperti apa itu harus terbuka terus forumnya dimana di musdes itu kepala desa harus betul-betul menceritakan uangnya itu akan seperti apa kemasannya.
“Kalau sudah seperti itu saya yakin masyarakat akan menerima dan support tapi kalau sudah dari awal ada sesuatu yang disembunyikan maka masyarakat sudah cerdas sudah pintar dia sudah bisa membaca ini nanti anaknya begini dia nggak agar support tapi kalau dari awal clear and clean saya yakin,” katanya menegaskan.
Dalam momen itu juga Hanik tidak lupa menyampaikan terimakasih atas kunjungan dari ratusan kepala desa dari Kabupaten Bangkalan pada pihaknya yang dikemas dengan momen study tiru tersebut.
“Terima kasih kunjungannya untuk Kabupaten Bangkalan mungkin Tunjungtirto bukan yang terbaik tapi tujuan terus berusaha untuk melengkapi bahwa desa itu ada, desa itu hadir untuk kepentingan masyarakat jadi dari desa oleh desa kembali ke desa,” ujar Hanik melengkapi keterangan penyampaiannya.
Reporter : Anam
