Pendidikan

Minggu, 12 Mei 2024 - 15:31 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Webinar FK UWKS sebagai Upaya Penanganan Stunting bagi KSH kecamatan Wonokromo (zona 4)

Surabaya | klikku.net – Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (FKUWKS) berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas Kader Surabaya Hebat (KSH) diselenggarakan secara daring melalui webinar, Sabu (11/05/2024).

Webinar tersebut bertajuk “Pemantapan Kemampuan Kader dalam Monitoring Perkembangan Anak sebagai Upaya Mencegah Stunting”.

Acara ini merupakan lanjutan dari kegiatan Kursus Singkat kepada 200 KSH Wonokromo, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai monitoring perkembangan Balita terutama dalam penanganan balita Stunting yang menjadi kunci dalam penanganan stunting.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Prof. Dr. Kuntaman, dr., MS., Sp.MK(K) secara langsung membuka webinar tersebut.

Dalam sambutannya Prof Dr.kuntaman mengatakan, ada tim pemateri yakni dr. Titiek Sunaryati, M.Kes dan tim Pengabdian kepada Masyarakat yaitu dr. Inawati, M.Kes dan dr. Harman Agusaputra, Sp.PA, dibantu oleh mahasiswa Nadia Key, Angela Octavia dan Prisilia Christin Velisites Masneno, serta dikoordinatori oleh Putu Oky Ari Tania, M.Si.

“Angka stunting di Indonesia, khususnya di Surabaya  mengalami penurunan, yang insha Allah di tahun-tahun berikutnya akan menjadi zero stunting dengan integrasi berbagai pihak terutama Kader Surabaya Hebat dan pihak terkait”, papar Prof. Dr. Kuntaman, dr., MS., Sp.MK(K).

Sementara itu, dr. Titiek Sunaryati, M.Kes menambahkan, Pola asuh menjadi hal yang penting dalam perkembangan anak, termasuk pemenuhan kesehatan, kebutuhan gizi, pengasuhan yang responsif, menjamin keselamatan dan keamanan, serta memberi kesempatan belajar sejak dini kepada anak.

Pada kesempatan ini dihadiri oleh 98 ibu-ibu KSH, selain pemaparan materi juga dilakukan pengukuran kapasitas para Kader khususnya peserta yang hadir.

Peserta antusias memberikan pertanyaan kepada narasumber dari FK UWKS

“Untuk itu Kader Surabaya Hebat menjadi lini pertama dalam pemantauan perkembangan dan penanganan stunting. oleh karena itu, peran dan kapasitasnya sangat penting dan harus selalu ditingkatkan,” imbuhnya.

Lanjutnya, tahapan perkembangan anak berdasarkan kategori usia adalah hal yang penting dimonitor dan diukur serta dilakukan upaya tindak lanjut jika terjadi kecurigaan anak mengalami keterlambatan perkembangan.

softcopy Buku pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang anak yang disusun oleh Kementerian Kesehatan RI tahun 2022 juga dibagikan di akhir acara.

Terlihat Antusias peserta nampak dari pertanyaan-pertanyaan yang diberikan. Antara lain faktor gizi yang menunjang perkembangan anak, pernikahan dini sebagai risiko lemahnya pengasuhan anak, penyakit penyerta pada anak stunting dan pertanyaan-pertanyaan aplikatif lain yang mungkin ditemui oleh pada kader di masyarakat.

Di akhir acara dilakukan sesi dokumentasi serta pembagian feed back dari penyelenggarana acara serta tidak lupa kuesioner untuk mengukur kapasitas dari kader.

Acara ini terselenggara atas dukungan penyandang dana Pengabdian Kepada Masyarakat yaitu Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.


Penerbit Admin

721

Baca Lainnya