Surabaya | klikku.net – Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (FK UWKS) terus melakukan upaya pengabdian kepada masyarakat untuk mendukung program percepatan penanganan stunting di Surabaya melakukan kegiatan bertema “Penguatan Kapasitas Kader Posyandu dengan Program Demonstrasi Emosi Khususnya Makanan Sumber Zat Besi dalam Edukasi Ibu-Ibu untuk Pencegahan Stunting”, melalui webinar online, Sabtu (11/05/2024).
Sebagai keberlanjutan dari acara penyuluhan kepada 200 Kader Surabaya Hebat di Kecamatan Tandes, FK UWKS kegiatan tersebut kembali diselenggarakan dengan narasumber
dr. Andra Agnez Al Aska bersama tim dosen dan mahasiswa FK UWKS yaitu dr. Diana Tri Ratnasari, Sp.KK, Dr. Wike Herawaty, drg,. M.Kes, dan Rini Purbowati, S.Si, M.Si beserta tiga mahasiswa: Juwita Novitaliya, Nafila Putri dan Amyra Afa Dwi Ramada.
Menurut dr. Andra Agnez Al Aska, penting bagi para KSH untuk memanfaatkan modul pada metode demonstrasi emosi (Emo-Demo) dalam mengedukasi ibu-ibu untuk pencegahan stunting yang ada di kecamatan Tandes. Modul tersebut antara lain modul ATIKA dan modul harapan ibu dan modul membayangkan masa depan.
“Membayangkan masa depan dimana modul ini bertujuan untuk mengajak ibu belajar membayangkan masa depan, seperti apa ia ingin anaknya bertumbuh dan berkembang,” ujar dr. Andra Agnez Al Aska.

Selanjutnya, dr Azka memberikan contoh apabila ada ibu yang bercita-cita agar nanti putranya menjadi seorang pilot maka ibu harus bersemangat untuk memberikan gizi terbaik agar pertumbuhan dan perkembangan menjadi optimal.
“Ibu hamil, bayi dan balita dapat mengkonsumsi lauk seperti ati ayam, ikan dan telur untuk memenuhi kebutuhan zat besi mereka karena jenis makanan tersebut merupakan sumber zat besi yang murah dan mudah untuk didapatkan,” paparnya.
melalui modul “Harapan Ibu” yang bertujuan untuk mengajak ibu untuk memahami bahwa baik-buruknya perkembangan bayi yang dikandung sangat dipengaruhi oleh perilakunya ibu saat ini dan makanan yang dikonsumsinya.
Mengingat dari data Statistik Kota Surabaya yang memiliki prevalensi stunting sebesar 4,8% pada tahun 2021 dan angka ini terus menurun.
Angka ini merupakan yang terendah di wilayah Jawa Timur. Penurunan angka stunting tidak terlepas dari peran kader posyandu yang ada di suatu wilayah, dimana kader posyandu di surabaya dikenal dengan Kader Surabaya Hebat (KSH).
Sementara itu, Rini Purbowati, S.Si.M.Si, sebagai PIC acara webinar pada zona 3 Kecamatan Tandes ini memaparkan, metode Emo-Demo ini sangat menarik karena dilengkapi dengan modul dan alat peraga yang dapat memudahkan para KSH untuk mengedukasi ibu-ibu.
Harapan pada kegiatan webinar ini adalah para kader kesehatan di wilayah Tandes lebih mengingat dan memahami kembali terkait metode Emo-Demo khususnya makanan sumber zat besi sehingga semakin semangat untuk memberikan edukasi kepada ibu-ibu agar memperhatikan dan memberikan makanan yang mengandung sumber zat besi untuk mencegah stunting
Pada kesempatan ini, tim pengabdi menyampaikan ucapan terimakasih pada LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) UWKS yang telah berkonstribusi memberikan bantuan dana untuk terselenggaranya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini.
Penulis Admin
