Ekonomi Bisnis

Kamis, 3 Oktober 2024 - 00:34 WIB

2 tahun yang lalu

logo

BPS Catat September 2024 Jatim Alami Deflasi 0,12% (M to M)

Surabaya| klikku.net – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat September 2024 Jawa Timur kembali mengalami deflasi sebesar 0,12% (month-to-month/mtm) yang dipengaruhi oleh turunnya beberapa harga komoditas yaitu cabe rawit, cabe merah besar, BBM non subsidi, daging ayam ras, telur ayam ras.

Kepala BPS Jawa Timur Zulkipli dalam berita resmi statistik di Surabaya, Selasa (1/10/2024) memaparkan beberapa wilayah di Jawa timur merupakan sentra cabai rawit dan cabai merah telah memasuki masa panen raya.

“Sehingga stok kedua komoditas ini cukup melimpah di pasaran sehingga harga turun. Sebaliknya, panen raya bawang merah telah usai sehingga stok bawang merah mulai berkurang di pasaran dampak nya harga bawang merah naik memicu inflasi.” katanya.

Ada lima komoditas dengan andil deflasi tertinggi pada September cabe rawit, cabe merah besar, BBM non subsidi, daging ayam ras, telur ayam ras yang pendorong (deflasi) pada September.

Apabila dilihat berdasarkan kelompok pengeluaran, Zukipli menjelaskan deflasi month-to-month (mtm) Jatim pada September terrsebut utamanya dipicu oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,63 persen yang memberikan andil sebesar minus 0,16 persen terhadap deflasi.

Ia mengatakan dengan terjadinya deflasi pada September maka inflasi tahun kalender September 2024 terhadap Desember 2023 sebesar 0,65% (year-to-date/ytd) dan inflasi tahun ke tahun (yoy) September 2023 terhadap September 2024 sebesar 1,73%.

“Hal ini tentu menjadi catatan tersendiri bahwa kita sudah mengalami deflasi yang kelima kalinya sepanjang 2024 sehingga inflasi tahun kalender kita cukup rendah yaitu 0,65 persen,” ujar Zulkifli.

Dari dari 11 kabupaten/kota terdapat sembilan kota mengalami deflasi dengan terdalam terjadi di Kabupaten Gresik dan Bojonegoro yaitu 0,16% sedangkan inflasi tertinggi di Probolinggo sebesar 0,10 persen.


Soen/Roji

110

Baca Lainnya