Daerah Pemerintahan

Jumat, 17 Januari 2025 - 09:18 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Menko PM Muhaimin Apresiasi Komitmen PT SGN Dukung Swasembada Gula 

Mojokerto| klikku.id – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) RI Muhaimin Iskandar (Cak Imin) memberikan apresiasi yang tinggi dan rasa bangga kerja keras kemitraan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) atas komitmennya dalam mendukung program swasembada gula nasional melalui pemberdayaan petani tebu.

“PT SGN telah menunjukkan kontribusi besar melalui inovasi dan kerja kerasnya dalam melaksanakan program inkubasi tebu yang mereka jalankan tidak hanya mempercepat regenerasi petani, tetapi juga membuka peluang bagi generasi muda untuk terlibat aktif mempercepat swasembada gula nasional,” ujar Cak Imin dalam sambutannya saat mengunjungi kebun petani tebu mitra SGN di Desa Japanan, Kec. Kemlagi, Kab. Mojokerto, Kamis (16/1/2025) siang.

Sebagai wujud nyata tersebut, Cak Imin (panggilan akrab Menko PM) menyerahkan bantuan 50 paket pompa dan sumber bor beserta kelengkapannya kepada petani tebu. Penyerahan ini dilakukan secara simbolis kepada lima perwakilan petani tebu sebagai komitmen untuk mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha tani tebu.

Pada kesempatan tersebut Muhaimin menyampaikan bahwa tantangan yang masih dihadapi para petani tebu. Seperti keterbatasan lahan, tingginya biaya produksi, hingga lambatnya regenerasi petani tebu.

“Pemerintah bersama SGN terus bersinergi untuk mencari solusi atas kendala tersebut dengan program seperti Digitalisasi Ekosistem Tebu Rakyat (ETERA) dan mempermudah akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus kluster petani tebu menjadi bukti nyata kolaborasi ini,” paparnya

Cak Imin mengatakan petani juga mesti diberi pembiayaan supaya berdaya. Ia mendukung program pro pada petani untuk terus ditingkatkan.

“Pembiayaan ini juga harus mendapat titik konsentrasi kita, pembiayaan untuk petani kita, sehingga harus terus menjadi penanganan sinergi yang lebih produktif. Saya dan kita semua menyaksikan PT SGN telah mendukung program ini sekaligus menyerap tenaga kerja melalui berbagai program-program pemberdayaan petani tebu ini,” harapnya.

Diakhir sambutannya Cak Imin merasa optimis Indonesia akan mengatasi seluruh swasembada pertanian kita untuk mewujudkan kemandirian pangan, energi dan ekonomi kita. “Dengan semangat kolaborasi, sinergi, pemberdayaan ekonomi masyarakat ini kita akan melaksanakan pembangunan lebih cepat,” pungkasnya.

Sementara Mohammad Abdul Ghani Direktur PTPN III (Persero) Holding Perkebunan yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa BUMN dengan fungsi masing-masing memiliki program yang melibatkan masyarakat sebagai bagian dari komitmen turut mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, misalnya PTPN Group memiliki kemitraan plasma dengan petani dengan pola kerjasama yang saling menguntungkan. “Tentu saja kami tidak bisa sendiri diperlukan kolaborasi”, tegasnya.

Dijelaskan Abdul Ghani bahwa pemerintah telah mengambil langkah strategis dengan tidak mengimpor gula konsumsi tahun ini. Produksi gula nasional diperkirakan mencapai 2,7 hingga 2,8 juta ton, ditambah stok gula yang masih ada sebesar 1,4 juta ton. Bahkan, pada tahun depan, ada kemungkinan Indonesia tidak perlu mengimpor gula konsumsi lagi..

Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) anak perusahaan PTPN III (Persero) Holding Perkebunan Nusantara, Mahmudi, menyampaikan bahwa kunci keberhasilan program pemberdayaan masyarakat adalah komitmen dan sinergi antara semua pihak yang terkait.

”Komitmen dan sinergi berbagai pihak, seperti kementerian, instansi, lembaga dan pemerintah menjadikan program pemberdayaan atau yang melibatkan masyarakat bisa berjalan optimal”, jelas Mahmudi.

Pola kemitraan pabrik gula dan petani tebu dengan bagi hasil dirasa menjadi bentuk kerjasama sekaligus pemberdayaan masyarakat yang efektif bila dibanding pola kemitraan lain yang bersifat transaksional.

Petani tebu mitra mendapat pendampingan dari pabrik gula terkait budidaya tebu, akses dan jaringan perbankan dan lembaga keuangan, serta berbagai fasilitas lain terkait bisnis tebu yang dijalankan dengan harapan produktivitas gula petani meningkat.

”Pola kemitraan petani tebu menjadi best practise kemitraan yang saling menguntungkan, berbagai kemudahan akses dan jaringan diberikan untuk petani tebu”, lanjut Mahmudi.

Akses permodalan menjadi salah satu kendala petani yang berpengaruh terhadap kelangsungan usaha tebu. Untuk itu PTPN melalui SGN melakukan sinergi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk pemanfaatan program KUR (Kredit Usaha Rakyat) Khusus Klaster sebagai langkah konkrit penguatan ekosistem tebu rakyat.

”telah dilakukan sosialisasi bersama Kemenko Bidang Perekonomian untuk memanfaatkan program KUR Khusus Klaster oleh petani tebu, dimana tidak ada batasan plafond. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan modal petani”, katanya.


Ryo’

83

Baca Lainnya