Banyuwangi | klikku.id – Komitmen Kabupaten Banyuwangi dalam mengelola sampah secara sirkular, mendapat dukungan internasional.
Lewat program Banyuwangi Hijau dan didukung oleh Austria dan Uni Emirat Arab (UEA), akan dibangun tiga fasilitas pengolahan sampah dengan kapasitas total 260 ton per hari.
Perjanjian pendanaan proyek ini telah ditandatangani pada World Governments Summit 2025 di Dubai, Februari lalu. Dimana Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, turut menyaksikan momen bersejarah tersebut.
“Fasilitas ini mencakup Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R di Kecamatan Purwoharjo dan dua Stasiun Peralihan Antara (SPA) di lokasi lain. Total sampah yang dapat dikelola mencapai 260 ton per hari,” ungkap Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Rabu (14/5/2025).
Ia menambahkan, pembangunan fasilitas ini akan segera dimulai oleh tim Austria dan UEA, dengan peluncuran resmi pada akhir Mei 2025.
Program pengelolaan sampah di Banyuwangi sebenarnya sudah berjalan sejak 2018, diawali dengan Project Stop. Dimana fase pertama berhasil mendirikan TPS 3R di Desa Balak, Kecamatan Songgon. Yang kini mampu mengelola 84 ton sampah per hari, dari 46 desa di tujuh kecamatan.
Untuk fase kedua, akan dibangun TPS 3R di wilayah Karetan, Kecamatan Purwoharjo, dengan kapasitas 160 ton per hari, menjangkau 37 desa di delapan kecamatan.
Sementara fase ketiga melibatkan pembangunan dua SPA dengan kapasitas masing-masing 50 ton, menjangkau wilayah yang belum terakomodasi sebelumnya.
“Fase kedua didukung oleh Borealis Austria, dan fase ketiga oleh Clean Rivers Uni Emirat Arab. Ini akan melengkapi pengelolaan sampah Banyuwangi menjadi lebih optimal,” ujar Deputy Program Manager Project Stop, Prasetyo.
Dengan fasilitas baru ini, Banyuwangi menunjukkan langkah nyata dalam menghadirkan pengelolaan sampah modern yang berkelanjutan. Ini sekaligus bisa menjadi model bagi daerah lain.
@Man
