Kesehatan Pendidikan

Selasa, 17 Juni 2025 - 15:22 WIB

11 bulan yang lalu

logo

Unusa Pelopori Era Baru Terapi Kanker di Indonesia dengan Teknologi BNCT

Surabaya | klikku.id – Kanker masih menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia, termasuk di Indonesia. Menjawab tantangan besar ini, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menggelar Studium Generale bertajuk “The Future of Cancer Therapy: BNCT and Cyclotron Innovations in Indonesia and Beyond”, di Auditorium Lantai 9 Kampus B Unusa, Selasa (17/6/2025).

Acara ini menjadi momentum penting bagi dunia medis Indonesia untuk mengenal lebih jauh terobosan mutakhir dalam pengobatan kanker, yaitu Boron Neutron Capture Therapy (BNCT).

Teknologi ini digadang-gadang sebagai masa depan terapi kanker yang lebih efektif, minim efek samping, dan berpotensi meningkatkan kualitas hidup pasien.

Dalam pemaparannya, Prof. Ir. Yohannes Sardjono, APU., dari BRIN menjelaskan bahwa BNCT adalah terapi kanker yang menggunakan partikel berat untuk menghancurkan sel kanker secara presisi.

Keunggulan utama BNCT adalah sifatnya yang “targeting cell”, menyerang hanya sel kanker tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya.

“BNCT memungkinkan pasien untuk menjalani pengobatan yang lebih efisien karena tidak memerlukan terapi berulang seperti radiasi konvensional,” ungkap Prof. Yohannes.

Ia juga menjelaskan, teknologi ini bekerja dengan cara menyuntikkan senyawa boron ke dalam tubuh pasien. Boron ini kemudian terkonsentrasi di sel kanker.

Saat terpapar neutron, senyawa boron menciptakan reaksi yang menghancurkan sel kanker dari dalam, tanpa merusak jaringan sehat.

Dr. Yoshihito Kameda, pakar teknologi dari Sumitomo Heavy Industries, Ltd., Jepang, menyoroti pentingnya teknologi semikonduktor dalam pengembangan BNCT. Semikonduktor memungkinkan penciptaan sumber neutron yang lebih kecil, efisien, dan mudah diakses, sehingga terapi ini dapat diterapkan lebih luas, bahkan di rumah sakit daerah.

“Teknologi ini memastikan sistem kontrol dan pemantauan yang lebih presisi, meningkatkan keamanan dan efektivitas terapi kanker,” jelas Dr. Yoshihito.

Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng., menyampaikan bahwa pengembangan BNCT adalah langkah strategis untuk menghadirkan pengobatan kanker masa depan di Indonesia. Ia berharap, rumah sakit pendidikan Unusa, seperti RSI Jemursari, RSI Ahmad Yani, dan RS Nyi Ageng Pinatih Gresik, menjadi pelopor implementasi BNCT.

“Ini adalah wujud komitmen Unusa sebagai motor penggerak inovasi kesehatan, memberikan akses masyarakat terhadap teknologi terapi kanker yang lebih aman dan efektif,” tegas Prof. Jazidie.

Dengan pengembangan teknologi seperti BNCT, Indonesia diharapkan dapat mengurangi angka kematian akibat kanker, sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan secara signifikan.

Kehadiran Unusa sebagai pionir dalam riset dan implementasi teknologi mutakhir ini menjadi tonggak penting bagi masa depan terapi kanker di tanah air.

Puluhan peserta yang hadir, mulai dari akademisi hingga praktisi medis, optimis bahwa BNCT akan membuka babak baru dalam pengobatan kanker di Indonesia. Era terapi kanker yang lebih aman dan efektif kini semakin dekat. @Man


 

98

Baca Lainnya