Nasional Pelayanan Publik Pemerintahan

Rabu, 30 Juli 2025 - 15:39 WIB

9 bulan yang lalu

logo

Dipuji Menteri PPPA, Gubernur Khofifah Jadi Role Model Nasional Perlindungan Perempuan dan Anak

Surabaya | klikku.id – Terobosan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa soal perlindungan perempuan dan anak mendapat apresiasi tinggi dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi.

Dalam keterangan resmi yang diterima di Surabaya, Rabu (30/7/2025), Arifah menyebut inisiatif Khofifah menggagas kerja sama multisektor pertama di Indonesia untuk perlindungan perempuan dan anak layak dijadikan role model nasional.

“Inisiatif seperti ini harus menjadi teladan nasional demi mewujudkan perlindungan perempuan dan anak yang berkeadilan dan berkelanjutan,” ujar Arifah.

Kesepakatan tersebut dituangkan dalam Pemenuhan Perlindungan Hak Perempuan dan Anak di Jawa Timur Tahun 2025, yang ditandatangani bersama DP3AK Jatim, Panitera PTA Surabaya, serta organisasi perempuan seperti Muslimat NU, Fatayat NU, Aisyiyah, dan Nasyiatul Aisyiyah.

Secara serentak, Kepala Dinas P3AK kabupaten/kota se-Jatim juga menandatangani kerja sama dengan Ketua Pengadilan Agama masing-masing.

Gubernur Khofifah menegaskan, kolaborasi multisektor ini akan memperkuat sistem perlindungan yang menyeluruh.

“Kolaborasi adalah kunci. Perlindungan perempuan dan anak tidak bisa sektoral, harus melibatkan semua unsur dengan pendekatan pentahelix: pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat,” ujarnya.

Khofifah menekankan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan hanya soal moral dan sosial, tapi juga membutuhkan respons hukum, psikologis, dan kultural.

“Kita harus berpihak pada korban, memperkuat pencegahan, edukasi, dan memastikan layanan mudah diakses,” tambahnya.

Data dari PTA Surabaya menunjukkan betapa rentannya posisi perempuan di Jatim. Mayoritas perceraian diajukan oleh pihak istri, dengan angka mencapai 79.270 kasus (2023), 79.309 kasus (2024), dan 38.087 kasus (Januari–Juni 2025).

Dispensasi kawin juga masih tinggi, didominasi kasus anak perempuan hamil di luar nikah atau karena tekanan budaya.

“Masa depan Jawa Timur tidak hanya ditentukan oleh kekuatan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga oleh bagaimana kita memperlakukan perempuan dan anak-anak hari ini,” tegas Khofifah. R3d


 

101

Baca Lainnya