Surabaya | klikku.id – Kota Pahlawan makin serius menggerakkan roda ekonomi berbasis warga. Sejak 10 Juni 2025, sebanyak 153 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) resmi terbentuk di seluruh Surabaya.
Tak sekadar dibentuk, Pemkot Surabaya langsung tancap gas memacu digitalisasi agar koperasi ini bisa berjalan transparan, efisien, dan tepat sasaran.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Dinkopdag) Surabaya, Febrina Kusumawati, menegaskan pihaknya menyiapkan sistem digital untuk memantau aktivitas setiap koperasi secara real-time.
“Kalau manual pasti susah. Dengan digital, kami bisa tahu kapan koperasi butuh stok, kapan harus cari pemasok, sampai kondisi keuangannya,” jelas Febri, Jumat (1/8/2025).
Sistem ini memungkinkan pengurus koperasi langsung melapor jika ada kendala. Contohnya, ketika stok beras menumpuk atau butuh suplai bahan pokok dalam jumlah besar.
“Kalau arusnya tersendat, sistem bisa langsung membaca. Kami bisa cepat mencarikan solusi,” tambahnya.
Sebelum jalan, tiap kelurahan dan kecamatan diminta melakukan pemetaan potensi wilayah. Jadi koperasi tidak asal membeli barang, tapi sesuai kebutuhan nyata warga.
“Misalnya di satu kawasan potensinya kue, ya fokus dulu ke produksi itu. Baru berkembang ke usaha lain, seperti layanan pembayaran pajak atau kemitraan,” papar Febri.
KKMP juga disiapkan jadi penopang kebutuhan pokok warga. Dari menyalurkan beras murah harga produsen, hingga gas elpiji 3 kilogram. Bahkan, koperasi bisa menjadi perantara UMKM makanan dalam mencari bahan baku dan akses modal.
Tak hanya soal sistem, Dinkopdag juga memberikan pelatihan khusus untuk pengurus koperasi dan pelaku UMKM. Materinya mulai dari manajemen keuangan, strategi bisnis, hingga pengelolaan koperasi modern.
“Kami ingin koperasi ini bukan sekadar papan nama, tapi benar-benar hidup bersama masyarakat,” tegasnya.
Dari 153 KKMP tersebut, 150 koperasi baru dibentuk, sementara tiga lainnya merupakan koperasi lama yang direvitalisasi agar sesuai konsep Merah Putih. Pembentukan ini juga melibatkan notaris dari Ikatan Notaris Indonesia, serta seluruh lurah dan camat se-Surabaya.
Ke depan, Febri menargetkan semua KKMP aktif, mandiri, dan berkelanjutan. “Harapannya, 153 koperasi ini benar-benar menyala semua. Bukan cuma ada, tapi berperan nyata menyejahterakan warga,” pungkasnya. @Man
