Jakarta | klikku.id – Dua menteri andalan Presiden Jokowi, Sri Mulyani Indrawati dan Bahlil Lahadalia, sepakat bergandengan tangan memperkuat pengelolaan sektor energi dan sumber daya mineral.
Tak tanggung-tanggung, keduanya langsung meneken perjanjian kerja sama (PKS) untuk saling bertukar data dan memperketat pengawasan migas serta tambang.
Kesepakatan ini diumumkan Sri Mulyani melalui akun Instagram resminya, Jumat (1/8). “Kerja sama ini meliputi pertukaran dan pemanfaatan data, penggunaan Surat Keterangan Fiskal (SKF) untuk perizinan usaha pertambangan, peningkatan kapasitas SDM, serta koordinasi dalam penyusunan kontrak dan skema bagi hasil migas,” ujar Menkeu.
Penandatanganan berlangsung saat Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyambangi kantor Sri Mulyani. Keduanya membahas strategi jitu agar penerimaan negara dari migas dan pertambangan bisa makin moncer.
“Perbaikan tata kelola menjadi kunci memperkuat fondasi fiskal dan menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” tegas Sri Mulyani.
Sinergi ini diyakini bakal memperkuat efisiensi subsidi energi dan memastikan pemasukan negara dari tambang dan migas tak lagi bocor.
Sebelumnya, Bahlil mengumumkan kabar menggembirakan: lifting minyak per 30 Juli 2025 sudah tembus 608 ribu barel per hari (bph). Angka itu melewati target APBN sebesar 605 ribu bph. “Ini kali pertama kita capai target lifting sesuai APBN,” kata Bahlil bangga.
Dengan sinergi dua menteri ini, publik menaruh harapan besar agar pengelolaan energi nasional lebih transparan, akuntabel, dan tentu saja makin menyejahterakan rakyat. R3d
