Jakarta | klikku.id – Kementerian Agama (Kemenag) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) siap melatih takmir masjid agar lebih profesional dalam mengelola dana bergulir berbasis zakat.
Program ini diharapkan tak hanya memberi bantuan konsumtif, tapi juga jadi modal usaha produktif bagi jamaah.
“Melalui Baznas Microfinance Masjid (BMM), masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tapi juga pusat pemberdayaan ekonomi umat,” ujar Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, Sabtu (2/8/2025).
Dengan skema ini, masjid berperan sebagai penyalur dana zakat produktif yang bisa diakses jamaah atau warga sekitar yang memiliki usaha maupun rencana usaha. Harapannya, penerima manfaat mampu mandiri dan berdaya secara ekonomi.
Abu menegaskan, setiap takmir wajib membuat laporan perkembangan program secara triwulanan dalam bentuk video pendek yang bisa diunggah ke media sosial. Hal ini untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.
“Takmir harus peka terhadap kebutuhan jamaah, bahkan hal kecil seperti kondisi tempat wudu. Memakmurkan masjid dimulai dari kepedulian takmir,” katanya.
Selain pemberdayaan ekonomi, masjid juga diharapkan hadir membantu kebutuhan lain, termasuk pembiayaan pendidikan bagi anak-anak jamaah yang kesulitan.
“Kalau ada anak jamaah kesulitan biaya sekolah, masjid bisa menjadi solusi,” tambahnya.
Program sinergi Kemenag–Baznas ini disebut sebagai langkah konkret menjadikan masjid sebagai pusat pelayanan umat yang inklusif, transparan, dan memberdayakan. R3d
