Daerah Pemerintahan Pendidikan

Kamis, 11 Juni 2026 - 23:07 WIB

3 jam yang lalu

logo

Dok gambar foto ist klikku.id.

Dok gambar foto ist klikku.id.

Puluhan Sekolah di Tanah Merah Bangkalan Butuh Rehabilitasi, Warga Berharap Anak-Anak Desa Dapat Hak Fasilitas Pendidikan yang Setara

BANGKALAN | klikku.id – Ditengah semangat pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan, kondisi sejumlah bangunan sekolah dasar di Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, masih menyisakan pekerjaan rumah yang tidak ringan. Beberapa sekolah dilaporkan mengalami kerusakan dan membutuhkan rehabilitasi agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih aman dan nyaman.

Salah satu sekolah yang menjadi perhatian adalah UPTD SDN Tanah Merah Laok 4. Kondisi bangunan yang dinilai memerlukan perbaikan memunculkan harapan dari masyarakat agar pemerintah segera melakukan asesmen dan menempatkan sekolah tersebut dalam skala prioritas rehabilitasi.

Informasi mengenai banyaknya sekolah yang membutuhkan perbaikan di Kecamatan Tanah Merah disampaikan oleh Ruslan Ahmad, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Tanah Merah. Menurutnya, persoalan sarana dan prasarana pendidikan tidak hanya terjadi di satu sekolah.

“Banyak sekali di Tanah Merah yang membutuhkan perbaikan, termasuk SDN Baipajung 2, SDN Tanah Merah Laok 4, SDN Tlomar 2, SDN Dlambah Laok 2, SDN Pacentan 1, SDN Pacentan 2, SDN Kendaban 3, SDN Kranggan Barat 1, SDN Pangelean, dan SDN Petrah 3. Dan kayaknya masih ada lagi,” ujar Ruslan kepada Syaiful Anam, jurnalis Bangkalan, Kamis (11/06).

Pengakuan tersebut menggambarkan bahwa kebutuhan rehabilitasi sekolah di Kecamatan Tanah Merah bukan persoalan yang bersifat parsial, melainkan kebutuhan yang dirasakan oleh banyak lembaga pendidikan di wilayah tersebut.

Mendengar informasi itu, Syaiful Anam, S.Pd, jurnalis Bangkalan yang juga merupakan putra asli Kecamatan Tanah Merah, mengaku prihatin sekaligus berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah terhadap pemerataan fasilitas pendidikan di wilayah pedesaan.

Menurut Anam, anak-anak yang menempuh pendidikan di pelosok desa memiliki hak yang sama untuk belajar di ruang kelas yang aman, nyaman, dan layak sebagaimana siswa-siswi yang bersekolah di wilayah perkotaan.

Saya berharap kesenjangan fasilitas pendidikan antara sekolah-sekolah di wilayah Kecamatan Tanah Merah dengan lembaga pendidikan yang berada di kawasan kota tidak terlalu lebar. Anak-anak di desa juga memiliki mimpi yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik. Karena itu mereka berhak mendapatkan lingkungan belajar yang layak dan aman,” ungkap Anam.

Ia menilai pembangunan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari sejauh mana negara hadir memastikan seluruh peserta didik memperoleh fasilitas pendidikan yang setara tanpa membedakan lokasi geografisnya.

Harapan tersebut sejalan dengan aspirasi banyak masyarakat Tanah Merah yang mendambakan percepatan pembangunan sektor pendidikan. Bagi mereka, ruang kelas yang kokoh bukan sekadar bangunan fisik, melainkan tempat lahirnya harapan, cita-cita, dan masa depan generasi penerus bangsa.

Di balik dinding-dinding sekolah yang mulai menua dan atap-atap yang membutuhkan perbaikan, terdapat ratusan anak yang setiap pagi datang membawa mimpi. Mereka belajar dengan semangat yang sama seperti anak-anak di pusat kota. Karena itu, perhatian terhadap rehabilitasi sekolah-sekolah di Kecamatan Tanah Merah tidak hanya menjadi urusan pembangunan infrastruktur, tetapi juga wujud nyata keadilan pendidikan bagi seluruh anak Bangkalan.

Masyarakat juga berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat segera melakukan pendataan menyeluruh dan mengalokasikan anggaran yang memadai agar sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan dapat direhabilitasi. Dengan demikian, tidak ada lagi anak yang harus belajar di tengah keterbatasan fasilitas ketika mereka sedang menyiapkan masa depan bagi daerah dan bangsanya.

(Anam | klikku.id)

20

Baca Lainnya