Sosial

Kamis, 7 Agustus 2025 - 10:41 WIB

9 bulan yang lalu

logo

Produk Lokal Bernilai Ekspor, DPR Dorong Dukungan Nyata ke UMKM Surabaya

Surabaya – Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menyerukan agar BUMN, BUMD, pemerintah daerah, dan pelaku usaha swasta ikut terlibat aktif dalam mengembangkan sektor UMKM dengan menyerap produk lokal sebagai bagian dari aktivitas resmi dan promosi daerah.

Hal tersebut disampaikannya saat mengunjungi galeri Nena Namo Handycraft di Kedungsari, Surabaya, Rabu (6/8/2025). Dalam kunjungan itu, Bambang menilai kerajinan tas lukis buatan pengrajin lokal memiliki nilai estetika tinggi dan layak dijadikan souvenir khas Surabaya, baik untuk acara pemerintah maupun mitra internasional.

“Produk seperti ini sangat potensial. Saya berharap BUMD, BUMN, dan para pengusaha di Surabaya bisa memanfaatkannya secara serius agar UMKM seperti ini berkembang,” ujar Bambang.

Menurutnya, produk-produk buatan tangan tak hanya memperkuat identitas daerah, tetapi juga memiliki daya jual tinggi di pasar global. Ia mencontohkan Nena Namo Handycraft yang telah menembus pasar Jepang, Korea, dan Eropa, meski secara terbatas.

“Ini bisa jadi wajah kota. Kalau souvenirnya kreatif dan khas, Surabaya akan lebih diingat. Pemerintah juga perlu dorong dari sisi sertifikasi dan pembiayaan,” tambah politisi Partai Gerindra itu.

Lebih jauh, Bambang menekankan pentingnya akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta kebijakan pembebasan biaya sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk mendorong produk UMKM masuk pasar ekspor.

“UMKM seharusnya tidak dibebani biaya sertifikasi. Pemerintah harus bantu agar mereka bisa naik kelas,” ujarnya.

Sementara itu, pemilik Nena Namo Handycraft, Sri Sulatiningsih, menyambut baik dorongan yang disampaikan legislator tersebut. Meski produknya telah banyak dipesan dari luar negeri, skala produksi masih terbatas karena seluruh proses dibuat secara manual.

“Produk saya handmade, jadi tidak bisa cepat. Tapi kalau ada pesanan besar dan waktu mencukupi, saya siap produksi massal,” kata Sri.

Sri berharap pemerintah dan pelaku usaha besar ikut membantu membuka akses pasar yang lebih luas, sehingga pelaku UMKM bisa terus bertahan dan berkembang secara mandiri.

79

Baca Lainnya