SURABAYA | klikku.id – Universitas Airlangga kembali menggelar program sosial Ramadan Berkah dengan menyalurkan 10.000 paket bantuan kepada masyarakat di 18 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Pelepasan bantuan dilakukan langsung oleh Rektor Unair Prof Madyan, di halaman Airlangga Convention Center (ACC), Kampus C Unair, Kamis (12/3/2026).
Dalam sambutannya, Prof Madyan menjelaskan, program berbagi di bulan suci Ramadan tersebut sudah berjalan selama 11 tahun.
“Pada awal pelaksanaannya, bantuan hanya sekitar 1.000 paket dan disalurkan di wilayah sekitar Surabaya. Kini jumlahnya meningkat menjadi 10.000 paket, dengan jangkauan distribusi yang lebih luas hingga berbagai daerah di Jawa Timur,” ujarnya.
“Program ini menjadi wujud kepedulian Unair untuk berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.
Ia menjelaskan, untuk mendukung program tersebut, Unair mengalokasikan anggaran sekitar Rp2 miliar. Ke depan, pihak kampus berharap jumlah bantuan dan wilayah distribusi dapat terus diperluas. Agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
Ketua Tim Ramadan Berkah, Eko Supeno, mengatakan proses penyaluran bantuan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Di antaranya Tim Seger Waras, komunitas suporter Bonek, hingga relawan dari masyarakat umum.
“Bantuan tersebut disalurkan kepada fakir miskin, anak yatim piatu, serta kaum dhuafa di berbagai daerah di Jawa Timur,” tuturnya.
Menurut Eko, keterlibatan berbagai komunitas menjadi kekuatan penting dalam memperluas jangkauan distribusi bantuan.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menyerahkan paket sembako secara simbolis, kepada sejumlah penerima manfaat. Diantaranya pengemudi ojek online, komunitas Bonek, dan keluarga prasejahtera.
Selain paket sembako, pimpinan Unair juga memberikan uang saku serta bingkisan, kepada anak-anak yatim dari beberapa panti asuhan yang hadir dalam acara tersebut.
“Semoga bantuan ini membawa keberkahan dan menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk terus berbagi kepada sesama,” tutup Prof Madyan. AMan
