Kerjasama Pendidikan

Rabu, 20 Agustus 2025 - 19:49 WIB

9 bulan yang lalu

logo

ITS Gaet Murdoch University, Kolaborasi Riset Internasional Makin Kuat

Surabaya | klikku.id – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus memperluas jejaring riset internasional.

Rabu (20/8/2025), kampus teknologi terbesar di Jawa Timur itu, menerima kunjungan delegasi Murdoch University, Australia, yang mewakili Western Australian–East Java University Consortium (WAEJUC) dan Indo-Pacific Research Centre (IPRC).

Kunjungan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan langkah strategis untuk memperkuat kerja sama penelitian antara perguruan tinggi Jawa Timur dan Australia Barat.

Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS, Fadlilatul Taufany, menegaskan hubungan ini sudah terbangun sejak April lalu ketika perwakilan kampus Jatim bertandang ke Australia. Dari pertemuan itu, lahirlah WAEJUC sebagai wadah kolaborasi riset lintas negara.

“Fokus riset yang dibicarakan sangat relevan dengan tantangan global, mulai ketahanan pangan, perubahan iklim, hingga pemanfaatan teknologi,” jelas Taufany, dosen Departemen Teknik Kimia ITS.

Delegasi Murdoch University sendiri diwakili dua tokoh penting, yakni Prof Jacquiline Lo dan Prof Tania Urmee selaku Direktur IPRC. Agenda utama yang mereka bahas adalah persiapan WAEJUC Research Summit 2025 yang kini sudah memasuki tahap final.

Forum akbar itu diproyeksikan menjadi ajang penguatan jejaring akademik serta riset di kawasan Indo-Pasifik.

Tak berhenti di situ, pertemuan juga membicarakan sederet program strategis: mulai pengembangan flagship project, magang industri, pertukaran dosen, hingga rencana student exchange dan joint degree.

Semua diarahkan agar kolaborasi tidak berhenti pada riset, melainkan juga berdampak pada pengembangan kualitas pendidikan dan SDM di kedua wilayah.

Kolaborasi ini sekaligus mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs), terutama poin 4 tentang pendidikan berkualitas, poin 9 tentang inovasi dan infrastruktur, serta poin 17 mengenai kemitraan global.

“Harapan kami, kerja sama ini berkelanjutan dan mampu menghasilkan riset yang memberi manfaat nyata, bukan hanya bagi akademisi, tetapi juga masyarakat luas di kawasan Indo-Pasifik,” pungkas Taufany. @Man


 

74

Baca Lainnya