Organisasi Pemerintahan Peristiwa

Jumat, 22 Agustus 2025 - 17:49 WIB

8 bulan yang lalu

logo

Peringati HAN 2025 di Surabaya, GNI Gandeng Pemkot Surabaya Dorong Generasi Sehat dan Peduli Lingkungan

Surabaya | klikku.id – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025 di Surabaya berlangsung meriah dan penuh makna.

Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB), berkolaborasi dengan Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI), menggelar Seminar Talkshow “Ruang Aksi Pemerhati Peduli Anak Nusantara” di Graha Sawunggaling, Jumat (22/8/2025).

Mengusung tema “Mewujudkan Generasi Sehat, Bertanggung Jawab, dan Peduli dengan Lingkungan yang Aman dan Nyaman”. Kegiatan ini dihadiri sekitar 200 peserta dari berbagai kalangan.

Diantaranya adalah pemerintah daerah, lembaga sosial, dunia usaha, akademisi, media, komunitas pemerhati anak, hingga anak-anak dan keluarga.

Acara utama berupa tiga sesi talkshow interaktif, yang menghadirkan beragam perspektif dari DP3APPKB Kota Surabaya, Dinas Kesehatan, Forum Genre, Forum Anak, Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair, NGO lokal, hingga perwakilan kecamatan.

Bahkan hadir pula perwakilan OPD dari Padang, Medan, Jakarta, Sukabumi, Yogyakarta, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Jeneponto, hingga Enrekang.

Dalam sambutannya, Sekretaris Yayasan GNI, Rina Satdewi, menegaskan pentingnya melihat anak bukan sekadar masa depan bangsa. Melainkan pemilik masa kini yang berhak atas lingkungan sehat, aman, dan nyaman.
“Pemenuhan hak anak bukan tugas satu pihak saja. Ini kerja kolaborasi lintas sektor. Kita berharap lahir aksi nyata melindungi dan mendampingi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi sehat, bertanggung jawab, dan peduli lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif GNI, Fransisca Sianturi menambahkan, bahwa momentum HAN harus menjadi penguat kolaborasi multi pihak.

“Kami mengajak semua elemen untuk bergerak bersama. Anak-anak harus benar-benar merasakan manfaat pembangunan berkelanjutan. GNI siap memperkuat implementasi perlindungan anak berbasis masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala DP3APPKB Surabaya, Ida Widyawati, menegaskan bahwa menciptakan kota ramah anak membutuhkan dukungan semua pihak.
“Pemerintah kota tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus menguatkan jejaring dengan masyarakat, NGO, dan komunitas. Salah satunya dengan GNI selama  10  tahun terakhir ini,” ujarnya.

“Bersama GNI, kita telah banyak menjalankan program, mulai dari pendampingan UMKM, sosialisasi remaja, kesehatan, hingga kampung ramah perempuan dan anak,” tambahnya.

Ida juga menekankan pentingnya memberi ruang bagi anak untuk menyampaikan aspirasi pembangunan.

Kegiatan Talkshow yang melibatkan anak-anak sebagai pembicara dan Nara Sumber

“Anak-anak harus didengarkan. Mereka berhak bicara, memberi usulan, dan difasilitasi pemerintah. Hasilnya bukan hanya untuk Surabaya, tapi bisa ditularkan ke kota-kota lain,” tuturnya.

Dalam talkshow ini, hadir pula 22 anak dampingan GNI dari berbagai daerah. Mereka ikut menyuarakan isu-isu penting terkait stunting, kesehatan, lingkungan, dan perlindungan anak.

Diskusi diharapkan melahirkan strategi baru, baik untuk memperkuat kebijakan yang ada maupun mendorong lahirnya regulasi baru yang berpihak pada anak.

Sejak berdiri pada 2009, GNI konsisten mendampingi anak di berbagai daerah, melalui program pendidikan, kesehatan, perlindungan anak, dan pemberdayaan masyarakat.

Kehadiran GNI di Surabaya menjadi bukti nyata komitmen bersama untuk mewujudkan Indonesia ramah anak.

“Semoga momentum Hari Anak Nasional ini benar-benar jadi tonggak lahirnya aksi nyata bagi anak-anak Indonesia,” tutup Fransisca. @Man


 

80

Baca Lainnya