Surabaya | klikku.id – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus menunjukkan kiprahnya dalam dunia riset yang berdampak nyata.
Kali ini, kampus teknologi terbesar di Jawa Timur itu menyerahkan hibah perangkat lunak iStow Campus Edition (CE) kepada lembaga pendidikan kepelautan dan Mahkamah Pelayaran Indonesia, Sabtu (23/8/2025).
Penyerahan berlangsung di Politeknik Pelayaran Surabaya dan dihadiri Kepala Badan Pengembangan SDM (BPSDM) Perhubungan RI, Dr. Djarot Tri Wardhono ST MT, bersama Rektor ITS Prof. Ir. Bambang Pramujati ST MScEng PhD.
Djarot menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi di sektor pelayaran yang punya peran vital dalam distribusi logistik nasional maupun internasional.
“Selain kualitas teknologinya, kualitas SDM juga harus ditingkatkan. iStow CE ini bisa membantu taruna memahami pentingnya keselamatan dalam operasi pelayaran,” ujarnya.
Menurutnya, iStow CE membuat pembelajaran lebih aplikatif sekaligus sesuai standar internasional. “Harapannya taruna bisa memprioritaskan keselamatan dalam pelayaran ke depannya,” tambahnya.
Perangkat lunak iStow bukanlah barang baru. Dikembangkan ITS sejak 2006, kini sistem ini sudah mencapai Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) 9. Artinya, bukan sekadar prototipe, tapi sudah teruji di industri sejak 2019.
Dekan Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) ITS sekaligus penggagas iStow, Dr. Ing. Ir. Setyo Nugroho, atau akrab disapa Yoyok, menjelaskan bahwa iStow CE dilengkapi sistem visual dan audio yang memberi peringatan bila ada pelanggaran standar keselamatan.
“Dengan fitur ini, taruna bisa belajar menghitung stabilitas kapal dengan akurat, berbasis standar International Maritime Organization (IMO). Jadi mereka lebih siap menghadapi kondisi nyata di dunia pelayaran,” tegas Yoyok.
Rektor ITS, Bambang Pramujati, menambahkan bahwa hibah iStow CE adalah bentuk kontribusi nyata kampus dalam mendukung dunia pendidikan maritim.
“Riset perguruan tinggi harus langsung dirasakan manfaatnya. Hibah ini kami harapkan bisa membekali taruna dengan teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri maritim global,” tandasnya.
Momentum hibah iStow CE ini juga ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara ITS, BPSDM Perhubungan, Mahkamah Pelayaran, serta sejumlah politeknik dan perguruan tinggi pelayaran di Indonesia.
Tak hanya memperkuat dunia pendidikan, langkah ITS ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pendidikan berkualitas, inovasi, serta kemitraan global.
Dengan inovasi ini, ITS meneguhkan diri sebagai pionir kampus teknologi, yang mampu menghadirkan solusi nyata untuk industri dan pendidikan. Sekaligus menyiapkan generasi pelaut Indonesia yang tangguh di panggung dunia. @Man
